
Ketika ditanya mengapa tidak melawan, Sudrajat menjawab pasrah.
“Diem aja, abis lah, dia mah main keroyokan,” tuturnya.
Pulang ke rumah, tubuh Sudrajat masih menyimpan jejak-jejak kekerasan yang ia alami.
“Sakit ini digebugin, perih, semuanya ditonjok,” ujarnya.
Kini, pedagang yang biasa menjajakan dagangannya itu hanya bisa berharap keadilan. Sementara es gabus yang menjadi sumber penghidupannya, kini menyisakan cerita kelam yang tak mudah dilupakan.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














