Es Gabus dan Kisah Kelam Sudrajat di Balik Jeruji

BOGORTODAY.COM – Malam itu terasa panjang bagi Sudrajat (49). Pedagang es gabus asal Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu harus menjalani penahanan hingga dini hari di Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat. Tuduhan yang dialamatkan kepadanya, menjual es gabus berbahan spons bedak.

Jarum jam baru menunjuk pukul 03.00 WIB ketika Sudrajat akhirnya diizinkan pulang. Padahal, ia ditahan sejak pukul 10.00 WIB pagi harinya.

BACA JUGA :  Kenali Tanda-Tanda Atap Rumah Bocor Tanpa Harus Naik ke Atas

“Ditahan sampai jam 3 pagi,” kenang pria paruh baya itu.

Yang membekas bukan hanya lamanya waktu penahanan. Sudrajat mengisahkan pengalaman pahit selama berada di ruang interogasi. Ia mengaku dipaksa untuk mengakui tuduhan yang ditujukan kepadanya.

“Iya, ‘ngaku ga luh’, iya ditonjok, jedot-jedot aja,” tutur Sudrajat, menirukan ucapan oknum yang menginterogasinya.

Ketika ditanya mengapa tidak melawan, Sudrajat menjawab  pasrah.

BACA JUGA :  7 Cara Menghadapi Orang Toksik Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental

“Diem aja, abis lah, dia mah main keroyokan,” tuturnya.

Pulang ke rumah, tubuh Sudrajat masih menyimpan jejak-jejak kekerasan yang ia alami.

“Sakit ini digebugin, perih, semuanya ditonjok,” ujarnya.

Kini, pedagang yang biasa menjajakan dagangannya itu hanya bisa berharap keadilan. Sementara es gabus yang menjadi sumber penghidupannya, kini menyisakan cerita kelam yang tak mudah dilupakan.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================