Kemenperin Wacanakan Insentif Lebih Besar untuk Mobil Listrik Baterai NMC, Ini Alasannya

Wacana insentif yang lebih besar untuk baterai NMC dinilai dapat mendorong produsen mobil listrik di Indonesia untuk beralih ke teknologi ini. Meski demikian, pemerintah dinilai perlu menutup selisih biaya produksi antara NMC dan LFP agar harga jual mobil tetap kompetitif.

Pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai insentif menjadi kunci agar baterai berbasis nikel bisa bersaing.

“Agar baterai NCM-NCA bisa bersaing dengan LFP, pemerintah tentunya harus menutup gap biaya produksi NCM/NCA yang sekitar 35–40 persen lebih mahal dari LFP per kWh-nya. Dengan begitu, mobil listrik berbasis baterai nikel bisa dijual lebih murah di pasar Indonesia,” ujarnya, Jumat (23/1).

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

Potensi Nikel Indonesia

Pilihan Kemenperin untuk mendorong penggunaan baterai NMC juga dinilai selaras dengan potensi sumber daya alam Indonesia. Indonesia tercatat sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

Berdasarkan data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), Indonesia memiliki sekitar 55 juta metrik ton cadangan nikel atau setara dengan 45 persen cadangan nikel global pada periode 2023–2024. Kondisi ini menjadikan baterai berbasis nikel sebagai peluang strategis untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional dari hulu hingga hilir.

Peta Baterai Mobil Listrik di Indonesia

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Saat ini, pasar mobil listrik Indonesia masih didominasi oleh model-model dengan baterai LFP, terutama dari pabrikan China dan kendaraan di segmen harga terjangkau. Sementara baterai NMC lebih banyak digunakan oleh merek premium seperti BMW, Mercedes-Benz, Hyundai, Kia, Mini, Volvo, dan sebagian model MG serta Xpeng.

Dengan adanya wacana insentif baru ini, peta penggunaan baterai mobil listrik di Indonesia berpotensi berubah. Jika selisih biaya produksi dapat ditekan, bukan tidak mungkin baterai NMC akan semakin banyak digunakan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem kendaraan listrik global.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================