
Selain telur utuh, telur yang sudah dipecahkan juga wajib disimpan di kulkas. FSA menegaskan bakteri berbahaya dapat berkembang sangat cepat pada telur cair yang disimpan di suhu ruang. Bahkan jika disimpan di kulkas, telur cair sebaiknya dibuang apabila sudah lebih dari 24 jam.
Cara Menyimpan Telur agar Tetap Aman
Lalu, bagaimana cara menyimpan telur yang benar? Jawabannya tergantung pada kebutuhan dan kebiasaan memasak.
Menyimpan telur di kulkas menjadi pilihan paling aman jika telur tidak akan digunakan dalam waktu dekat. Cara ini membantu memperpanjang masa simpan dan menurunkan risiko kontaminasi bakteri.
Sementara itu, bagi orang yang sering memasak dan menggunakan telur setiap hari, menyimpan telur di suhu ruangan sebenarnya tidak masalah, asalkan telur cepat digunakan dan tidak disimpan terlalu lama.
Beberapa merek telur mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada kemasannya. Jika membeli telur secara curah, sebaiknya catat tanggal pembelian. Mengutip Healthline, telur dapat bertahan selama tiga hingga lima minggu jika disimpan di dalam kulkas.
Untuk menghindari risiko saat menangani telur, berikut panduan penyimpanan dari Martha Stewart:
- Tangani telur dengan hati-hati karena cangkangnya mudah rapuh. Retakan kecil dapat memicu pertumbuhan bakteri.
- Hindari membeli telur yang sudah retak karena berisiko terkontaminasi partikel dari udara.
- Jangan mencuci telur, karena air dapat mendorong bakteri menembus cangkang. Jika telur kotor, cukup bersihkan dengan kain kering atau tisu.
- Jauhkan telur dari makanan beraroma menyengat agar tidak menyerap bau.
- Selalu cuci tangan sebelum menyentuh telur untuk mencegah perpindahan kuman ke makanan.
Dengan memahami cara penyimpanan yang tepat, telur bisa tetap aman dan berkualitas saat digunakan. Jadi, kamu tim simpan telur di kulkas atau di suhu ruangan?
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















