
“Kami memulai dengan tumpukan besar pasir dan debu. Sekarang Anda bisa melihat hasil kerja bersama kami, sebuah danau suci yang indah dan megah. Temuan ini akan membuka jalan baru bagi lebih banyak penelitian dan penemuan dalam waktu dekat,” kata Hend Aly, dikutip dari Xinhua, Senin (2/2/2026).
Meski disebut danau suci, secara fisik bentuknya lebih menyerupai kolam besar dengan luas lebih dari 50 meter persegi. Struktur air buatan ini tampak rapi dan terawat.
Pada masa Mesir kuno, danau suci memiliki peran penting dalam upacara keagamaan. Air dipandang sebagai simbol kesucian dan sumber kehidupan, sehingga berbeda dari air yang digunakan untuk kebutuhan domestik sehari-hari.
Danau semacam ini diyakini digunakan untuk ritual pembersihan, persiapan upacara, atau persembahan kepada para dewa. Keberadaannya menegaskan betapa sentralnya peran air suci dalam sistem spiritual dan kepercayaan masyarakat Mesir kuno.
Penemuan ini tidak hanya membantu para arkeolog memahami praktik keagamaan masa lalu, tetapi juga menunjukkan bagaimana kompleks Kuil Karnak dirancang sebagai pusat kehidupan religius yang sangat terorganisir.
Area Kuil Montu kini dipandang memiliki peran sejarah yang lebih penting, sekaligus memberikan konteks baru tentang hubungan antara air, kesucian, dan ritual dalam peradaban Mesir kuno.
Misi arkeologi di kawasan tersebut masih terus berlanjut. Selain danau suci, tim peneliti juga menemukan berbagai artefak lain, seperti rahang sapi, balok batu yang digunakan kembali dari struktur kerajaan, serta bagian ruang kapel Osiris yang berisi patung dan fragmen terkait para penyelenggara ritual utama. Seluruh temuan ini semakin menyingkap kompleksitas kehidupan keagamaan di salah satu situs kuno paling megah di dunia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















