
“Meski hujan tidak secara langsung menyebabkan penyakit, situasi ini mempermudah penyebaran kuman, menurunkan imunitas, dan meningkatkan paparan terhadap air serta permukaan yang terkontaminasi,” tambahnya.
Selain itu, faktor lingkungan juga perlu diperhatikan, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi tinggi.
Kandungan polutan di udara dapat terbawa air hujan dan menempel pada kulit atau pakaian saat seseorang kehujanan. Jika tidak segera dibersihkan, hal ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Langkah Pencegahan Saat Kehujanan
Meski anggapan air hujan bikin sakit lebih cenderung mitos, IDAI tetap mengingatkan pentingnya perlindungan, terutama bagi anak-anak, jika terpaksa kehujanan atau melewati genangan air.
Anggraini menyarankan agar anak maupun orang dewasa segera membersihkan diri, berganti pakaian, dan menghangatkan tubuh setelah kehujanan. Mandi setelah terkena hujan justru dianjurkan, terutama menggunakan air hangat.
“Boleh saja langsung mandi, apalagi dengan air hangat. Justru itu membantu menghilangkan kotoran dan polutan yang menempel di tubuh,” katanya.
Dengan menjaga kebersihan diri dan daya tahan tubuh, risiko sakit saat musim hujan dapat diminimalkan. Jadi, bukan air hujannya yang membuat sakit, melainkan kondisi tubuh dan lingkungan yang perlu lebih diperhatikan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















