Mitos atau Fakta Air Hujan Bikin Sakit? Ini Penjelasan Ahli

“Meski hujan tidak secara langsung menyebabkan penyakit, situasi ini mempermudah penyebaran kuman, menurunkan imunitas, dan meningkatkan paparan terhadap air serta permukaan yang terkontaminasi,” tambahnya.

Selain itu, faktor lingkungan juga perlu diperhatikan, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi tinggi.

Kandungan polutan di udara dapat terbawa air hujan dan menempel pada kulit atau pakaian saat seseorang kehujanan. Jika tidak segera dibersihkan, hal ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

BACA JUGA :  Di Era Rudy Susmanto-Jaro Ade, Pemkab Bogor Pertahankan Opini WTP Dua Tahun Berturut-turut

Langkah Pencegahan Saat Kehujanan

Meski anggapan air hujan bikin sakit lebih cenderung mitos, IDAI tetap mengingatkan pentingnya perlindungan, terutama bagi anak-anak, jika terpaksa kehujanan atau melewati genangan air.

Anggraini menyarankan agar anak maupun orang dewasa segera membersihkan diri, berganti pakaian, dan menghangatkan tubuh setelah kehujanan. Mandi setelah terkena hujan justru dianjurkan, terutama menggunakan air hangat.

BACA JUGA :  Apple Perkenalkan Siri AI di WWDC 2026, Asisten Pintar dengan Kemampuan Lebih Canggih dan Personal

“Boleh saja langsung mandi, apalagi dengan air hangat. Justru itu membantu menghilangkan kotoran dan polutan yang menempel di tubuh,” katanya.

Dengan menjaga kebersihan diri dan daya tahan tubuh, risiko sakit saat musim hujan dapat diminimalkan. Jadi, bukan air hujannya yang membuat sakit, melainkan kondisi tubuh dan lingkungan yang perlu lebih diperhatikan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================