Mitos atau Fakta Air Hujan Bikin Sakit? Ini Penjelasan Ahli

Air Hujan
Ilustrasi Hujan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Keluhan tidak enak badan seperti demam, flu, pilek, dan batuk memang cenderung meningkat saat musim hujan. Tak heran, banyak orang langsung mengaitkan kondisi tersebut dengan kebiasaan kehujanan.

Bahkan, saat seseorang terkena hujan, orang di sekitarnya kerap mengingatkan untuk segera mandi atau membersihkan diri agar tidak jatuh sakit. Namun, benarkah air hujan menjadi penyebab utama seseorang sakit?

Menurut Anggraini Alam, anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ia menegaskan bahwa air hujan itu sendiri bukan penyebab penyakit.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Air hujan itu sendiri tidak menyebabkan sakit. Namun, kehujanan dapat meningkatkan risiko karena suhu dingin bisa menurunkan daya tahan tubuh,” jelas Anggraini.

Air Hujan Bikin Sakit, Mitos atau Fakta?

Anggraini menjelaskan, saat tubuh terpapar suhu dingin akibat kehujanan, daya tahan tubuh dapat menurun. Kondisi inilah yang membuat virus dan bakteri penyebab flu, batuk, atau pilek lebih mudah menginfeksi tubuh.

BACA JUGA :  Warga Malasari Sumringah, Puncak HJB ke-544 Dongkrak Perekonomian

Dengan kata lain, hujan bukan penyebab langsung, melainkan faktor pemicu yang mempermudah terjadinya infeksi.

Selama musim hujan, lingkungan memang menjadi lebih mendukung bagi perkembangan virus dan bakteri. Kelembapan udara yang tinggi, berkisar antara 70–90 persen, ditambah adanya genangan air serta perubahan suhu yang drastis, menciptakan kondisi ideal bagi kuman untuk berkembang biak.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================