
Secara psikologis, tangan dan mulut bergerak tanpa disadari untuk memberikan stimulasi tambahan, sehingga kebiasaan menggigit kuku pun muncul.
- Kecenderungan perfeksionisme
Dikutip dari laman Nailknowledge, beberapa studi menyebutkan bahwa kebiasaan menggigit kuku juga berkaitan dengan perfeksionisme. Orang dengan kecenderungan ini memiliki dorongan kuat untuk “merapikan” kuku yang terasa tidak rata, kasar, atau mengganggu.
Sayangnya, dorongan tersebut justru berubah menjadi kebiasaan berulang yang sulit dihentikan dan berpotensi merusak kuku.
Cara Menghentikan Kebiasaan Menggigit Kuku
Mengutip WebMD, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menghentikan kebiasaan menggigit kuku.
- Jaga kuku tetap pendek
Memotong kuku secara rutin hingga pendek dapat mengurangi keinginan untuk menggigitnya karena tidak ada bagian kuku yang bisa digigit.
- Gunakan kuteks
Memakai kuteks bisa menjadi cara efektif untuk menghentikan kebiasaan ini. Kuku yang dicat akan membuat seseorang berpikir dua kali sebelum menggigitnya karena takut merusak tampilan. Selain itu, rasa cat kuku yang tidak enak di mulut juga dapat mengurangi dorongan menggigit kuku.
- Alihkan perhatian
Mengalihkan perhatian tangan dan mulut juga sangat membantu. Mengunyah permen karet, memainkan bola antistres, atau menggunakan fidget toys dapat menjadi alternatif untuk menyalurkan kebiasaan tersebut ke arah yang lebih aman.
Menggigit kuku bukan sekadar kebiasaan sepele. Pada sebagian orang, perilaku ini bisa menjadi tanda adanya stres, kecemasan, atau gangguan psikologis tertentu.
Jika kebiasaan ini terasa semakin sering, sulit dikendalikan, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional agar penyebab utamanya dapat ditangani dengan tepat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















