Kebiasaan Menggigit Kuku Bisa Jadi Tanda Gangguan Psikologis, Ini Penjelasannya

Kuku
Ilustrasi Mengigit Kuku. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Kebiasaan menggigit-gigit kuku mungkin sekilas terlihat sepele dan tidak membahayakan kesehatan. Namun, jika dilakukan terlalu sering dan sulit dihentikan, perilaku ini bisa mengarah pada masalah yang lebih serius, termasuk gangguan psikologis.

Dalam istilah medis, kebiasaan menggigit kuku disebut onychophagia. Perilaku ini termasuk dalam kategori body-focused repetitive behavior (BFRB), yakni kebiasaan berulang yang berfokus pada tubuh dan dilakukan secara tidak sadar.

Mengutip laman Psychology Today, kebiasaan menggigit kuku umumnya mulai muncul sejak masa kanak-kanak, meningkat intensitasnya saat remaja, dan bisa terus berlanjut hingga usia dewasa.

Jika sudah berlangsung lama, onychophagia dapat menyebabkan kerusakan pada kuku, kutikula, serta kulit di sekitarnya. Tak hanya itu, kebiasaan ini juga berisiko merusak gigi dan memicu gangguan pada rahang dalam jangka panjang.

BACA JUGA :  AS-Iran Capai Kesepakatan Baru, Gencatan Senjata Diperpanjang dan Selat Hormuz Segera Dibuka

Penyebab Psikologis di Balik Kebiasaan Menggigit Kuku

Kebiasaan menggigit kuku yang sulit dikendalikan sering kali menjadi sinyal adanya kondisi psikologis tertentu. Berikut beberapa faktor yang dapat mendasarinya.

  1. Stres

Stres merupakan salah satu penyebab paling umum seseorang menggigit kukunya. Bagi sebagian orang, menggigit kuku memberikan rasa tenang dan lega secara sementara. Tanpa disadari, kebiasaan ini kemudian menjadi mekanisme coping untuk meredakan tekanan emosional.

  1. Gangguan kecemasan
BACA JUGA :  Sering Pegal Saat Berada di Ruangan Ber-AC? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Menggigit kuku juga kerap terjadi pada individu yang mengalami gangguan kecemasan. Saat merasa gelisah atau khawatir berlebihan, tubuh secara alami mencari cara untuk menenangkan diri.

Pada orang dengan gangguan kecemasan, kebiasaan menggigit kuku biasanya lebih intens dan sulit dihentikan. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa gangguan kecemasan atau masalah psikologis lainnya belum tertangani dengan baik.

  1. Rasa bosan

Selain stres dan cemas, kebiasaan menggigit kuku juga bisa muncul saat seseorang merasa bosan atau kurang aktivitas. Dalam kondisi ini, otak mencari rangsangan agar tetap merasa “sibuk”.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================