
Studi pada 2025 juga menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat berkaitan dengan kekurangan mikronutrien seperti vitamin C, zat besi, dan magnesium.
- Tubuh Lesu dan Sulit Berkonsentrasi
Niat mengurangi karbohidrat mungkin bertujuan agar tubuh lebih sehat. Namun, dampaknya justru bisa sebaliknya. Kekurangan karbohidrat membuat tubuh kekurangan energi.
“Karbohidrat adalah sumber bahan bakar pilihan tubuh, terutama untuk otak dan otot. Ketika asupan dikurangi drastis, seseorang bisa merasa lesu, mudah tersinggung, atau kesulitan berkonsentrasi,” jelas ahli diet Samantha DeVito.
Karbohidrat kompleks seperti gandum utuh dan umbi-umbian terbukti mampu memberikan energi lebih stabil dan tahan lama. Sejumlah studi bahkan mengaitkannya dengan peningkatan daya ingat dan kesehatan otak.
- Sulit Mempertahankan Pola Makan
Pada mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat atau diet keto, tantangan lain yang sering muncul adalah sulitnya mempertahankan pola makan tersebut dalam jangka panjang.
Menurut ahli diet Johannah Katz, diet rendah karbohidrat kerap terasa melelahkan karena kurang realistis.
“Karbohidrat adalah bagian dari sebagian besar makanan, budaya, dan pengalaman sosial. Ketika karbohidrat dianggap ‘terlarang’, hal ini bisa memicu pola pikir semua atau tidak sama sekali, yang membuat seseorang merasa gagal saat sedikit saja melanggar,” ujarnya.
- Gangguan Pencernaan
Mengurangi karbohidrat juga dapat berdampak pada kesehatan pencernaan, terutama usus.
“Serat adalah jenis karbohidrat yang sangat penting bagi kesehatan usus. Padahal, sekitar 90 persen orang sudah belum memenuhi kebutuhan serat harian. Mengurangi karbohidrat justru membuat target serat semakin sulit tercapai,” kata ahli diet Amanda Sauceda.
Akibatnya, risiko sembelit meningkat dan keseimbangan mikrobioma usus bisa terganggu.
Mengurangi karbohidrat tidak selalu berarti lebih sehat, terutama jika dilakukan secara ekstrem. Alih-alih menghindarinya, memilih sumber karbohidrat yang tepat—seperti karbohidrat kompleks dan tinggi serat—merupakan langkah yang lebih bijak untuk menjaga energi, kesehatan pencernaan, dan keseimbangan nutrisi tubuh.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















