
BOGORTODAYCOM – Selain lemak, karbohidrat kerap mendapat reputasi buruk dan dianggap sebagai “musuh utama” dalam berbagai tren diet populer. Salah satu yang sempat mencuri perhatian adalah diet rendah karbohidrat.
Tak sedikit orang yang, meski tidak menjalani diet khusus, memilih untuk mengurangi asupan karbohidrat dalam menu hariannya.
Padahal, karbohidrat merupakan salah satu makronutrien utama yang berfungsi sebagai sumber energi utama tubuh.
Karbohidrat dipecah menjadi glukosa yang digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari berpikir, bergerak, hingga menjaga fungsi organ vital.
Apakah Mengurangi Karbohidrat Itu Sehat?
Melihat perannya yang penting, membatasi karbohidrat secara berlebihan—apalagi menghilangkannya sama sekali—dapat berdampak besar bagi tubuh. Kekurangan karbohidrat bukan hanya soal energi, tetapi juga berisiko menghilangkan asupan nutrisi penting.
Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi jika kamu mengurangi porsi karbohidrat secara drastis.
- Kekurangan Nutrisi Penting
Banyak sumber karbohidrat juga kaya akan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Sayuran berpati, biji-bijian utuh, buah-buahan, dan kacang-kacangan termasuk pangan padat nutrisi.
“Mengurangi karbohidrat dapat mengakibatkan asupan nutrisi dan senyawa makanan penting yang tidak memadai, termasuk folat, antioksidan, dan serat,” ujar ahli diet McKenzie Caldwell, dikutip dari Eating Well.
Studi pada 2025 juga menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat berkaitan dengan kekurangan mikronutrien seperti vitamin C, zat besi, dan magnesium.
- Tubuh Lesu dan Sulit Berkonsentrasi
Niat mengurangi karbohidrat mungkin bertujuan agar tubuh lebih sehat. Namun, dampaknya justru bisa sebaliknya. Kekurangan karbohidrat membuat tubuh kekurangan energi.
“Karbohidrat adalah sumber bahan bakar pilihan tubuh, terutama untuk otak dan otot. Ketika asupan dikurangi drastis, seseorang bisa merasa lesu, mudah tersinggung, atau kesulitan berkonsentrasi,” jelas ahli diet Samantha DeVito.
Karbohidrat kompleks seperti gandum utuh dan umbi-umbian terbukti mampu memberikan energi lebih stabil dan tahan lama. Sejumlah studi bahkan mengaitkannya dengan peningkatan daya ingat dan kesehatan otak.
- Sulit Mempertahankan Pola Makan
Pada mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat atau diet keto, tantangan lain yang sering muncul adalah sulitnya mempertahankan pola makan tersebut dalam jangka panjang.
Menurut ahli diet Johannah Katz, diet rendah karbohidrat kerap terasa melelahkan karena kurang realistis.
“Karbohidrat adalah bagian dari sebagian besar makanan, budaya, dan pengalaman sosial. Ketika karbohidrat dianggap ‘terlarang’, hal ini bisa memicu pola pikir semua atau tidak sama sekali, yang membuat seseorang merasa gagal saat sedikit saja melanggar,” ujarnya.
- Gangguan Pencernaan
Mengurangi karbohidrat juga dapat berdampak pada kesehatan pencernaan, terutama usus.
“Serat adalah jenis karbohidrat yang sangat penting bagi kesehatan usus. Padahal, sekitar 90 persen orang sudah belum memenuhi kebutuhan serat harian. Mengurangi karbohidrat justru membuat target serat semakin sulit tercapai,” kata ahli diet Amanda Sauceda.
Akibatnya, risiko sembelit meningkat dan keseimbangan mikrobioma usus bisa terganggu.
Mengurangi karbohidrat tidak selalu berarti lebih sehat, terutama jika dilakukan secara ekstrem. Alih-alih menghindarinya, memilih sumber karbohidrat yang tepat—seperti karbohidrat kompleks dan tinggi serat—merupakan langkah yang lebih bijak untuk menjaga energi, kesehatan pencernaan, dan keseimbangan nutrisi tubuh.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















