
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak daripada di bulan Syaban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Namun demikian, terdapat larangan berpuasa satu atau dua hari menjelang Ramadan, kecuali bagi orang yang memiliki kebiasaan puasa sunnah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kalian mendahului Ramadan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa berpuasa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
- Membiasakan Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an sebaiknya mulai dibiasakan sebelum Ramadan tiba. Hal ini bertujuan sebagai latihan agar ketika memasuki bulan suci, seseorang sudah terbiasa mengisi waktunya dengan tilawah Al-Qur’an.
Dengan membiasakan diri sejak awal, ibadah membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan dapat dilakukan dengan lebih konsisten dan penuh kekhusyukan.
- Membekali Diri dengan Ilmu tentang Puasa Ramadan
Persiapan penting lainnya adalah mempelajari ilmu seputar puasa Ramadan. Ilmu tersebut meliputi pemahaman tentang hukum, rukun, syarat, hal-hal yang membatalkan puasa, serta keutamaan Ramadan dan cara meraih pahalanya sesuai tuntunan sunnah.
Dengan bekal ilmu, ibadah puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai maksimal di sisi Allah SWT.
- Berdoa agar Dipertemukan dengan Ramadan dan Menyiapkan Hati
Para ulama salaf mencontohkan kebiasaan berdoa agar Allah SWT mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan. Bahkan disebutkan bahwa mereka berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadan, dan lima bulan berikutnya agar amal ibadahnya diterima.
Doa ini dapat dipanjatkan secara umum dan personal tanpa lafaz khusus, karena tidak ada doa tertentu yang secara khusus diajarkan oleh Rasulullah SAW.
- Melakukan Rukyatul Hilal bagi yang Mampu
Bagi yang memiliki kemampuan dan pengetahuan, dianjurkan untuk melakukan rukyatul hilal sebagai bagian dari penetapan awal Ramadan. Kalender Islam didasarkan pada peredaran bulan, sehingga penentuan awal bulan dilakukan dengan melihat hilal.
Rasulullah SAW bersabda:
“Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya (hilal Syawal), maka berbukalah. Jika terhalang oleh mendung, maka sempurnakanlah hitungan bulan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan melakukan berbagai persiapan tersebut, diharapkan umat Islam dapat menyambut bulan Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin, sehingga ibadah yang dijalankan menjadi lebih berkualitas dan penuh keberkahan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















