BOGORTODAY.COM – Kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah ternyata kerap dilakukan tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari.
Paru-paru basah merupakan istilah awam yang digunakan untuk menggambarkan kondisi penumpukan cairan di paru-paru. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai pneumonia.
Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti sesak napas, demam, batuk berdahak berwarna kuning atau hijau, bahkan berdarah pada kondisi tertentu.
Mengutip laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang bisa menyebabkan penyakit ringan hingga mengancam jiwa pada semua kelompok usia. Penyakit ini juga tercatat sebagai penyebab kematian akibat infeksi terbesar pada anak-anak di seluruh dunia.
Sementara itu, Healthline menyebutkan bahwa gejala paru-paru basah juga dapat berupa penurunan nafsu makan, mual, muntah, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas.
Karena itu, penting untuk menerapkan pola hidup sehat dengan menghindari kebiasaan buruk yang dapat meningkatkan risiko pneumonia. Berikut sejumlah kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah dan perlu dihindari.
- Merokok
Merokok menjadi salah satu faktor risiko utama pneumonia. Melansir Mayo Clinic, kebiasaan ini dapat merusak sistem pertahanan alami paru-paru terhadap bakteri dan virus. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terserang infeksi, termasuk paru-paru basah.
- Konsumsi alkohol berlebihan
Mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak juga dapat meningkatkan risiko paru-paru basah. Alkohol berlebihan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terserang infeksi. Selain itu, kondisi mabuk dapat meningkatkan risiko cairan atau muntahan masuk ke paru-paru.
- Kurang menjaga kebersihan
Kurangnya kebiasaan menjaga kebersihan, seperti jarang mencuci tangan atau lingkungan yang kotor, memudahkan penyebaran kuman penyebab infeksi paru. Untuk mencegah pneumonia, penting mencuci tangan secara rutin dengan sabun serta menjaga kebersihan tempat tinggal.
- Terpapar polusi dan udara beracun
Paparan polusi udara, asap rokok, atau zat beracun di lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja dapat mengiritasi paru-paru. Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini dapat menurunkan daya tahan paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi.
- Sering berada di lingkungan padat dan lembap
Lingkungan yang padat, lembap, pengap, dan minim ventilasi menjadi tempat ideal bagi kuman untuk berkembang. Jika sering berada di kondisi tersebut dalam waktu lama, risiko terserang paru-paru basah pun meningkat. Oleh karena itu, pastikan sirkulasi udara dan pencahayaan di rumah tetap baik.
Itulah beberapa kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah yang perlu diwaspadai. Menjaga pola hidup sehat, kebersihan diri, serta lingkungan sekitar menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit ini. Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















