Tragedi Anak di NTT, Alarm Penting Deteksi Dini Depresi Sejak Usia Dini

Anak yang tadinya riang bermain bisa jadi menarik diri, terlihat lesu, lunglai, tidak bersemangat, dan kurang responsif, baik dalam komunikasi maupun aktivitas belajar di kelas,” jelas Mira.

Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai sifat malas, manja, atau kelelahan biasa. Padahal, pada sebagian kasus, hal tersebut merupakan tanda awal gangguan kesehatan mental yang memerlukan perhatian khusus.

  1. Gangguan pola tidur

Gangguan tidur juga sering muncul pada anak yang mengalami depresi. Anak bisa mengalami kesulitan tidur, tidur gelisah, sering terbangun di malam hari, atau justru tidur berlebihan, terutama pada fase prapubertas.

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

Pola tidur yang terganggu berdampak pada aktivitas anak di siang hari, seperti mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan menurunnya minat terhadap kegiatan yang sebelumnya disukai.

Mira menegaskan bahwa semakin cepat gejala depresi dikenali, semakin besar peluang anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan pulih dengan baik.

“Segala macam gangguan itu semakin cepat diketahui keluarga, penanganannya akan semakin baik dan prognosisnya juga lebih positif,” ujarnya.

BACA JUGA :  Waspada Teror Pocong di Cibinong, Camat Minta Siskamling Digencarkan

Kasus anak bunuh diri di NTT menjadi pengingat bahwa kesehatan mental anak tidak boleh dipandang sebelah mata. Perubahan kecil dalam perilaku anak seharusnya diperlakukan sebagai sinyal penting, bukan sekadar fase pertumbuhan.

Kesadaran orang tua, keluarga, dan pihak sekolah untuk lebih peka terhadap kondisi emosional anak menjadi langkah awal yang krusial agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================