Waspadai Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Merusak Pendengaran

Pendengaran
Waspadai Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Merusak Pendengaran. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Pendengaran merupakan salah satu indera penting yang berperan besar dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk berkomunikasi. Jika fungsi pendengaran terganggu, kualitas hidup pun bisa ikut menurun.

Sayangnya, ada sejumlah kebiasaan yang kerap dianggap sepele, tetapi ternyata dapat berdampak serius pada kesehatan telinga.

Seperti organ tubuh lainnya, kesehatan pendengaran dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup dan kebiasaan harian.

Paparan suara keras secara berulang, baik dari earphone, konser musik, maupun lingkungan sekitar, menjadi penyebab utama gangguan pendengaran.

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 50 persen orang berusia 12–35 tahun berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara keras yang berlebihan, terutama dari perangkat audio pribadi.

BACA JUGA :  9 Kebiasaan Sepele yang Bisa Membuat HP Cepat Rusak, Banyak Pengguna Tak Menyadarinya

Merangkum dari berbagai sumber, berikut kebiasaan yang dapat merusak pendengaran dan perlu diwaspadai.

  1. Mendengarkan musik terlalu keras dengan earphone

Penggunaan earphone atau earbuds dengan volume tinggi menjadi salah satu penyebab utama gangguan pendengaran pada anak muda. Banyak perangkat audio mampu menghasilkan suara lebih dari 100 desibel.

Paparan suara di atas 70 desibel dalam waktu lama dapat merusak sel rambut di telinga bagian dalam. Risiko semakin meningkat jika volume tinggi digunakan berjam-jam setiap hari. Disarankan untuk mengikuti aturan 60/60, yaitu maksimal 60 persen volume selama 60 menit.

  1. Menyetel audio mobil terlalu kencang
BACA JUGA :  Pendaftar Job Fair Kota Bogor 2026 Membeludak Tembus 6.892 Orang

Stereo mobil dapat menghasilkan suara hingga 100–140 desibel, terlebih jika diputar pada volume maksimal. Ruang mobil yang tertutup membuat suara semakin terpantul dan terasa lebih keras.

Jika harus berteriak untuk berbicara dengan penumpang lain, itu menjadi tanda bahwa volume sudah berada di tingkat yang berbahaya bagi telinga.

  1. Tidak menggunakan pelindung telinga di lingkungan bising

Lingkungan dengan kebisingan tinggi seperti konser, klub malam, lokasi konstruksi, atau penggunaan alat berat dapat menghasilkan suara di atas 110 desibel. Pada level ini, kerusakan telinga bisa terjadi hanya dalam hitungan menit.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================