Waspadai Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Merusak Pendengaran

Telinga yang berdenging setelah terpapar suara keras merupakan tanda awal stres pada sistem pendengaran. Tanpa pelindung telinga seperti earplug atau earmuff, paparan berulang dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

  1. Penggunaan earbud secara terus-menerus

Bukan hanya volume, durasi pemakaian earbud juga berpengaruh. Earbud yang masuk jauh ke dalam saluran telinga dapat memerangkap suara dan membuat telinga terpapar terus-menerus selama berjam-jam.

Kebiasaan ini meningkatkan kelelahan pendengaran dan mempercepat penurunan fungsi telinga, terutama pada usia produktif.

  1. Membersihkan telinga dengan cotton bud

Cotton bud justru sering mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam, berisiko menyebabkan sumbatan, infeksi, hingga luka pada gendang telinga. Padahal, telinga memiliki mekanisme pembersihan alami.

Sebaiknya hindari memasukkan benda kecil ke dalam telinga. Gunakan obat tetes telinga untuk melunakkan kotoran atau konsultasikan ke tenaga medis bila diperlukan.

  1. Merokok
BACA JUGA :  Resep Tahu Walik Aci Renyah di Luar, Kenyal di Dalam, Cocok untuk Camilan Rumahan

Zat beracun dalam rokok, seperti nikotin dan karbon monoksida, dapat mengganggu aliran darah ke telinga bagian dalam dan merusak saraf pendengaran. Merokok juga dapat mengiritasi tuba eustachius dan meningkatkan risiko infeksi telinga.

Perokok diketahui memiliki risiko gangguan pendengaran lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok.

  1. Pola makan tidak seimbang

Kekurangan nutrisi seperti magnesium, vitamin B12, dan asam folat dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan pendengaran, terutama seiring bertambahnya usia. Dehidrasi juga dapat mengganggu keseimbangan cairan di telinga bagian dalam.

Pola makan sehat dengan sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, serta cukup minum air membantu menjaga aliran darah yang baik ke telinga.

  1. Menunda pemeriksaan pendengaran

Gangguan pendengaran sering berkembang secara perlahan dan tidak disadari. Menunda pemeriksaan dapat membuat masalah terlambat terdeteksi dan berisiko menimbulkan dampak jangka panjang, termasuk penurunan fungsi kognitif.

BACA JUGA :  MENJAGA AKIDAH ISLAM DI TENGAH BERAGAM ARUS PEMIKIRAN KEISLAMAN

Disarankan melakukan tes pendengaran secara rutin, terutama setelah usia 40 tahun atau bagi mereka yang sering terpapar kebisingan.

  1. Membiarkan infeksi telinga tanpa pengobatan

Infeksi telinga yang tidak ditangani dapat menyebabkan penumpukan cairan dan tekanan pada gendang telinga. Jika berlangsung kronis, kondisi ini berisiko merusak struktur telinga tengah secara permanen.

Segera konsultasikan ke dokter THT jika mengalami nyeri berkepanjangan, keluarnya cairan dari telinga, atau gangguan pendengaran mendadak.

Menjaga kesehatan pendengaran dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Dengan menghindari berbagai kebiasaan buruk di atas, telinga dapat tetap sehat dan fungsi pendengaran terjaga hingga usia lanjut.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================