
Latin:
Allāhumma antas salām, wa minkas salām, fa hayyinā rabbanā bis salām.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan.”
Imam An-Nawawi juga menekankan bahwa doa apa pun mengenai urusan dunia bisa dipanjatkan saat menatap Ka’bah karena “pintu langit terbuka lebar bagi siapa saja yang memandangnya.”
Doa Saat di Hijir Ismail
Hijir Ismail merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Ka’bah. Saat berada di sini, umat Islam dianjurkan membaca doa:
Arab:
يَا رَبِّ أَتَيْتُكَ مِنْ شُقَّةٍ بَعِيدَةٍ مُؤَمِلاً مَعْرُوفَكَ فَأَنِلْنِي مَعْرُوفاً مِنْ مَعْرُوفِكَ تُغْنِينِي بِهِ عَنْ مَعْرُوفِ مَنْ سِوَاكَ يَا مَعْرُوفاً بِالْمَعْرُوفِ
Latin:
Yaa rabbi ataituka min syuqqatim ba’iidatim muammilan ma’ruufaka fa anil nii ma’ruufam min ma’ruufika tughniinii bi hii ‘an ma’ruufi man siwaaka, yaa ma’ruufam bil ma’ruuf.
Artinya:
“Ya Allah, aku mendatangi-Mu dari negeri yang jauh mengharapkan kebaikan-Mu, maka berikanlah kepadaku kebaikan dari kebaikan-Mu yang mencukupi aku dari kebaikan selain-Mu, wahai Zat pemberi kebaikan.”
Adab Menatap Ka’bah
Buku Fikih Sunnah 3 karya Sayyid Sabiq menjelaskan beberapa etika yang sebaiknya diamalkan:
- Memanjatkan doa sambil mengangkat kedua tangan sebagai bentuk penghormatan.
- Berusaha mendekati Hajar Aswad untuk menciumnya jika memungkinkan.
- Jika tidak memungkinkan, bisa mencium tangan kanan dan menyentuhkannya ke Hajar Aswad.
- Dalam kondisi padat, cukup memberi isyarat dengan melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad.
- Memperbanyak dzikir dan doa selama berada di kawasan Baitullah.
Menatap Ka’bah adalah pengalaman spiritual yang mendalam. Dengan memadukan doa, dzikir, dan adab yang tepat, setiap jemaah dapat merasakan kedekatan dengan Allah dan memaksimalkan momen ibadahnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















