Kebiasaan Makan yang Diam-Diam Bikin Cepat Tua

Kebiasaan Makan
Ilustrasi Makan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Kebiasaan makan bikin cepat tua sering kali dilakukan tanpa disadari dalam rutinitas harian. Padahal, siapa yang tidak ingin terlihat dan merasa awet muda? Hampir semua orang mendambakan tubuh yang sehat, bugar, dan tampilan tetap segar seiring bertambahnya usia.

Kabar baiknya, solusi untuk memperlambat proses penuaan bisa dimulai dari hal paling sederhana: isi piring Anda.

Makanan yang dikonsumsi setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan hingga usia lanjut, atau sebaliknya justru mempercepat kerusakan sel dan menurunkan fungsi tubuh.

Berikut penjelasan para ahli diet mengenai kebiasaan makan yang diam-diam dapat mempercepat penuaan.

  1. Kurang makan buah dan sayuran

Menurut Harvard Health Publishing, rendahnya konsumsi buah dan sayuran berkaitan dengan meningkatnya risiko kekurangan nutrisi, diabetes, penyakit jantung, hingga kanker tertentu.

Ahli diet dari The State University of New Jersey, Phyllis Famularo, menyarankan agar porsi buah dan sayuran diperbanyak dalam menu harian.

“Dari serat yang menyehatkan jantung hingga vitamin, mineral anti-inflamasi, dan antioksidan penangkal radikal bebas, manfaat buah dan sayuran hampir tak terbatas,” ujarnya, seperti dikutip LiveStrong.

  1. Terlalu banyak konsumsi makanan asin

Asupan natrium berlebih dapat memicu hipertensi serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Famularo menyebut sekitar 70–75 persen orang dewasa lanjut usia mengalami tekanan darah tinggi.

Ia menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan olahan, makanan kemasan, dan hidangan restoran yang umumnya tinggi garam.

“Jika harus mengonsumsi makanan tinggi natrium, padukan dengan makanan kaya kalium seperti pisang, ubi jalar, atau bayam untuk membantu menetralkan efeknya,” kata Famularo.

  1. Terlalu banyak gula tambahan
BACA JUGA :  Benarkah Alergi Orang Tua Pasti Menurun ke Anak? Ini Penjelasan Dokter

Gula tambahan yang berlebihan—mulai dari kue hingga minuman kemasan—berdampak serius bagi kesehatan. Harvard Health Publishing menyebut konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan kronis, kenaikan berat badan, diabetes, penyakit hati berlemak, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Membaca label makanan dan memilih produk tanpa tambahan gula menjadi langkah penting untuk memperlambat proses penuaan.

  1. Menghindari semua lemak

Membatasi lemak jenuh memang dianjurkan, namun menghindari semua jenis lemak justru keliru. Menurut American Heart Association (AHA), lemak berperan penting dalam memberi energi, mendukung pertumbuhan sel, melindungi organ, serta membantu penyerapan nutrisi.

“Lemak juga melindungi persendian. Lemak tak jenuh ganda, terutama omega-3, terbukti meningkatkan kesehatan jantung,” jelas Famularo.
Cleaveland Clinic menambahkan, omega-3 juga berkaitan dengan penurunan risiko gangguan kognitif, kanker tertentu, dan penyakit mata.

  1. Minum soda

Minuman bersoda manis tidak hanya berdampak buruk bagi jantung, tetapi juga kesehatan tulang. Studi Februari 2020 dalam jurnal Nutrients menemukan konsumsi minuman ringan berlebihan berkaitan langsung dengan meningkatnya risiko patah tulang.

Famularo menyarankan membatasi soda dan memilih minuman yang mendukung kesehatan tulang, seperti susu atau jus yang diperkaya kalsium dan vitamin D.

  1. Tidak cukup protein

Memasuki usia 30 tahun, tubuh mulai kehilangan sekitar 5 persen massa otot setiap dekade, menurut Harvard Health Publishing. Kondisi ini dikenal sebagai sarcopenia dan dapat meningkatkan risiko jatuh serta patah tulang.

BACA JUGA :  Kebiasaan Menyimpan Handuk di Kamar Mandi Ternyata Berisiko, Ini Penjelasan Ahlinya

Asupan protein memegang peran penting dalam menjaga massa otot. Studi menunjukkan konsumsi sekitar 1,3 gram protein per 2,2 pon berat badan dapat meningkatkan massa otot tanpa lemak dan fungsi fisik pada pria lanjut usia. Famularo menyarankan memilih sumber protein yang mudah dikonsumsi, seperti susu dan telur.

  1. Lupa dengan serat

“Serat yang cukup adalah kunci agar saluran pencernaan bekerja optimal, memelihara bakteri baik, dan mencegah penumpukan racun,” ujar Famularo.

USDA juga menyebut serat berperan dalam menurunkan kolesterol serta menjaga kesehatan jantung. Konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian setiap hari membantu memenuhi kebutuhan serat tubuh.

  1. Minum banyak alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan dapat mempercepat penuaan dan memicu berbagai penyakit, mulai dari kanker, kerusakan hati, gangguan sistem imun, hingga penurunan fungsi otak, menurut National Institute on Aging.

“Penyalahgunaan alkohol meningkat pada orang dewasa yang lebih tua dan berdampak buruk pada kesehatan,” kata Famularo. Ia menambahkan, lansia lebih sensitif terhadap alkohol akibat perubahan komposisi tubuh serta interaksi dengan obat-obatan.

Kebiasaan makan bikin cepat tua bukan disebabkan oleh satu atau dua jenis makanan, melainkan pola konsumsi harian secara keseluruhan. Dengan memilih asupan yang lebih seimbang, kaya nutrisi, dan sadar gizi, proses penuaan dapat diperlambat dan kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.

Kalau mau, aku bisa bantu ringkasin jadi versi artikel media online, carousel Instagram, atau headline yang lebih “clickable”.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================