
Dari 190 anak putus sekolah tersebut, timnya baru mampu membantu 25 orang untuk mengikuti program Paket B dan C. Taufik meminta pemerintah daerah memprioritaskan program pembangunan sumber daya manusia, khususnya kesempatan belajar bagi anak tidak mampu.
Ia menilai pembangunan SDM saat ini lebih mendesak dibandingkan pembangunan fisik. Menurut Taufik, tingginya angka kemiskinan di daerah tersebut salah satunya dipicu rendahnya kualitas SDM akibat putus sekolah
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















