
Pastikan kentang dikonsumsi tanpa tambahan mentega, santan, atau bumbu tajam agar tidak memperparah gejala diare.
- Yogurt
Yogurt tawar yang mengandung probiotik dapat membantu mengembalikan keseimbangan bakteri baik di usus yang terganggu akibat diare. Probiotik berperan dalam mempercepat pemulihan sistem pencernaan.
Pilih yogurt tanpa gula dengan kultur hidup aktif. Bagi sebagian orang yang sensitif terhadap laktosa, yogurt umumnya lebih mudah ditoleransi dibandingkan susu cair.
- Telur Rebus
Telur rebus merupakan sumber protein yang mudah dicerna dan membantu memperbaiki jaringan tubuh, termasuk saluran cerna.
Cara memasak yang sederhana membuat telur tidak membebani pencernaan. Hindari telur goreng atau telur dengan tambahan minyak dan bumbu berlebihan.
- Oatmeal
Oatmeal yang dimasak dengan baik mengandung serat larut yang membantu menyerap kelebihan air di usus.
Kandungan beta-glukan di dalamnya membentuk gel di saluran pencernaan sehingga membantu memperbaiki konsistensi feses.
Agar lebih mudah dicerna, masak oat dengan air, bukan susu, dan pastikan teksturnya sangat lunak selama masa diare.
Hindari Makanan Ini Saat Diare
Selain memilih makanan yang tepat, penting juga untuk menghindari makanan yang bisa memperparah gejala, seperti:
- Makanan berlemak dan digoreng
- Makanan pedas
- Minuman berkafein
- Produk susu (jika sensitif laktosa)
- Makanan tinggi gula
Jika diare berlangsung lebih dari dua hari pada orang dewasa, atau disertai demam tinggi, tinja berdarah, serta tanda-tanda dehidrasi seperti jarang buang air kecil dan mulut kering, segera konsultasikan ke tenaga medis.
Dengan pola makan yang tepat dan asupan cairan yang cukup, diare umumnya dapat mereda dalam beberapa hari tanpa komplikasi serius.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















