Bencana Tanah Bergerak di Desa Padasari, Tegal: Warga Diminta Waspada

Tanah Bergerak
Ilustrasi Tanah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Desa Padasari, Kabupaten Tegal, baru-baru ini menjadi sorotan akibat bencana tanah bergerak yang merusak ratusan rumah warga.

Pihak BPBD telah menetapkan wilayah tersebut sebagai zona merah dan menyatakan area itu tidak layak huni.

Tanah adalah unsur penting bagi kehidupan manusia, menjadi tempat berpijak sekaligus lahan bagi berbagai fasilitas umum. Namun, tanah tidak selalu stabil.

Dalam kondisi tertentu, tanah dapat bergerak dan menimbulkan bencana yang mengancam keselamatan manusia serta merusak lingkungan. Fenomena ini dikenal dengan istilah tanah bergerak.

Apa Itu Tanah Bergerak?

Tanah bergerak adalah perpindahan massa tanah atau batuan dari posisi semula, baik secara tegak, mendatar, maupun miring.

Pergerakan ini tidak selalu tiba-tiba seperti longsor, tetapi bisa berlangsung perlahan seperti gerakan merayap.

Pergerakan tanah terjadi ketika gaya pendorong pada lereng lebih besar dibanding gaya penahan. Gaya penahan meliputi kepadatan tanah, struktur batuan, dan vegetasi.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Sementara gaya pendorong dipengaruhi kemiringan lereng, beban air, getaran, hingga kemampuan batuan menopang tanah.

Faktor Penyebab Tanah Bergerak

Tanah bergerak jarang terjadi tanpa sebab. Selain faktor internal tanah, ada beberapa faktor eksternal yang memicu pergerakan, terutama saat musim hujan intensitas tinggi, melansir situs BPBD Bogor:

  1. Erosi Tanah

Air hujan yang deras dapat mengikis lapisan tanah, khususnya di lereng curam dengan vegetasi minim, sehingga tanah kehilangan daya ikatnya dan mudah bergerak. Pencegahannya bisa dilakukan dengan penanaman vegetasi di area rawan.

  1. Tanah Jenuh Air

Tanah liat yang menyerap air berlebihan dapat kehilangan daya dukung saat jenuh, memicu tanah ambles atau bergerak, terutama di wilayah dengan sistem drainase buruk.

  1. Gempa Bumi
BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

Pergerakan lempeng tektonik bisa memicu gempa, menyebabkan penurunan tanah atau likuifaksi, kondisi yang meningkatkan risiko tanah bergerak.

  1. Beban Berlebih

Bangunan berat yang tidak disesuaikan dengan karakteristik tanah meningkatkan risiko pergerakan, terutama pada pembangunan gedung masif tanpa kajian geologi.

  1. Aktivitas Manusia

Kegiatan seperti pengeboran, penggalian, dan alih fungsi lahan tanpa perencanaan matang dapat merusak struktur tanah. Ditambah curah hujan tinggi, risiko erosi dan tanah bergerak meningkat.

Pentingnya Waspada dan Pencegahan

Sebagai negara rawan bencana, pemahaman mengenai tanah bergerak sangat penting. Dengan mengenali pengertian dan penyebabnya, masyarakat bisa lebih waspada terhadap lingkungan sekitar.

Pencegahan sejak dini, terutama saat musim hujan, menjadi kunci meminimalkan dampak bencana tanah bergerak.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================