
BOGORTODAY.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan tradisi, doa, serta hidangan khas yang sarat makna simbolis. Di Tahun Kuda Api 2026, berbagai makanan tradisional kembali disajikan sebagai simbol harapan akan keberuntungan, kemakmuran, kesehatan, dan keharmonisan keluarga.
Dalam budaya Tionghoa, makanan saat Imlek bukan sekadar santapan, tetapi juga doa yang tersirat dalam bentuk, warna, hingga cara penyajiannya. Berikut lima makanan khas Imlek yang dipercaya membawa keberuntungan, melansir Real Simple.
- Pangsit (Jiaozi)
Pangsit atau jiaozi menjadi salah satu hidangan paling populer saat Imlek. Bentuknya menyerupai batangan emas kuno (ingot), yang melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
Isian pangsit umumnya berupa daging babi dan daun bawang, tetapi bisa disesuaikan dengan selera dan tradisi daerah masing-masing. Menyantap pangsit saat malam pergantian tahun dipercaya membawa rezeki dan keberuntungan finansial sepanjang tahun.
Semakin banyak pangsit yang dibuat dan dimakan, semakin besar pula harapan akan kelimpahan di tahun yang baru.
- Mi Panjang Umur
Mi panjang umur melambangkan doa untuk kesehatan dan umur panjang. Mi ini harus disajikan dalam keadaan utuh tanpa dipotong, karena panjangnya mi menjadi simbol panjang usia.
Biasanya mi dimasak dengan tambahan jamur shiitake, daun bawang, serta kadang irisan daging. Saat menyantapnya, mi dianjurkan tidak terputus agar maknanya tetap terjaga.
Hidangan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah rezeki paling berharga dalam kehidupan.
- Ikan Utuh
Ikan utuh adalah simbol kelimpahan dan surplus. Dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” (yu) memiliki pelafalan yang mirip dengan kata “kelebihan” atau “surplus”.
Karena itu, menyajikan ikan saat Imlek dipercaya membawa rezeki yang berlimpah. Ikan biasanya dikukus bersama jahe dan daun bawang untuk menjaga kesegaran rasanya.
Penting untuk menyajikan ikan secara utuh, lengkap dengan kepala dan ekor, sebagai simbol awal dan akhir yang baik. Bahkan, sebagian ikan kerap sengaja disisakan sebagai tanda bahwa rezeki akan terus bertambah.
- Jeruk Mandarin
Jeruk mandarin identik dengan perayaan Imlek. Bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan dan kesinambungan hidup.
Warnanya yang oranye keemasan juga dianggap menyerupai emas, simbol kemakmuran dan keberhasilan. Tak heran jika jeruk mandarin sering dijadikan buah tangan saat berkunjung ke rumah kerabat.
Daun yang masih menempel pada jeruk turut melambangkan pertumbuhan dan rezeki yang terus berkembang.
- Makanan Manis
Hidangan manis juga tak pernah absen dalam perayaan Imlek. Salah satu yang populer adalah eight treasure rice pudding, puding berisi delapan jenis buah kering, biji, atau kacang.
Angka delapan dalam budaya Tionghoa dianggap membawa keberuntungan karena pelafalannya mirip dengan kata “makmur”. Selain itu, nampan permen berbentuk lingkaran dengan delapan kompartemen melambangkan kebersamaan dan keutuhan keluarga.
Setiap jenis permen memiliki arti tersendiri, seperti akar teratai yang melambangkan ikatan keluarga dan biji labu merah yang dipercaya membawa kekayaan.
Makanan khas Imlek bukan sekadar sajian lezat, tetapi juga simbol doa dan harapan untuk tahun yang lebih baik. Di Tahun Kuda Api 2026 ini, menyajikan hidangan-hidangan tersebut menjadi cara untuk menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan keluarga.
Selamat merayakan Tahun Baru Imlek, semoga tahun ini membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi semua.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















