Berapa Kali Buang Air Kecil yang Normal Sehari? Ini Penjelasan Dokter

Setiap jam, orang sehat umumnya memproduksi urine sekitar 0,5–1,5 cc per kilogram berat badan. Artinya, seseorang dengan berat badan 50 kilogram akan menghasilkan sekitar 25–75 cc urine setiap jam. Urine tersebut biasanya dikeluarkan minimal setiap enam jam sekali.

Dalam kondisi normal, frekuensi buang air kecil berkisar 6–7 kali dalam 24 jam. Namun, rentang 4–10 kali sehari masih dianggap normal, selama tidak disertai keluhan seperti nyeri, rasa terbakar, atau anyang-anyangan.

Menurut Agus, jumlah dan frekuensi buang air kecil tiap orang bisa berbeda. Ada sejumlah faktor yang memengaruhinya, antara lain:

  1. Usia

Seiring bertambahnya usia, frekuensi buang air kecil cenderung meningkat. Pada orang berusia di atas 60 tahun, terbangun hingga dua kali di malam hari untuk buang air kecil masih tergolong normal. Sementara pada usia di bawah 60 tahun, umumnya hanya terbangun sekali.

  1. Ukuran Kandung Kemih
BACA JUGA :  Ubah Kebiasaan Makan Siang, Risiko Tekanan Darah Tinggi Bisa Berkurang

Kandung kemih yang lebih kecil memiliki kapasitas tampung urine yang terbatas. Akibatnya, dorongan untuk buang air kecil akan muncul lebih sering.

  1. Asupan Cairan

Semakin banyak cairan yang dikonsumsi, semakin banyak pula urine yang diproduksi tubuh. Kondisi ini otomatis meningkatkan frekuensi buang air kecil.

  1. Jenis Minuman

Beberapa minuman bersifat diuretik, terutama yang mengandung kafein dan alkohol. Tak hanya kopi, teh, minuman energi, minuman bersoda, hingga cokelat juga dapat memicu peningkatan produksi urine sehingga membuat seseorang lebih sering berkemih.

  1. Kondisi Kesehatan Tertentu

Kehamilan merupakan salah satu kondisi alami yang bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil karena perubahan hormon dan tekanan pada kandung kemih. Selain itu, infeksi saluran kemih, diabetes, pembesaran prostat, gangguan otot dasar panggul, hingga anemia sel sabit juga dapat menyebabkan seseorang lebih sering berkemih.

  1. Konsumsi Obat-obatan
BACA JUGA :  Waspadai Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Anemia

Obat diuretik sering diresepkan untuk penderita hipertensi, gangguan jantung, atau penyakit ginjal. Obat ini bekerja dengan meningkatkan produksi urine. Contohnya furosemide dan spironolaktone, yang membuat penggunanya lebih sering buang air kecil.

Kapan Harus Waspada?

Meski frekuensi 4–10 kali sehari masih tergolong normal, Anda perlu waspada bila buang air kecil disertai nyeri, urine keruh atau berdarah, anyang-anyangan, atau frekuensi meningkat drastis tanpa sebab jelas. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan pada saluran kemih maupun ginjal.

Memahami pola buang air kecil bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan ginjal. Jika ada perubahan signifikan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================