Minyakita Lenyap dari Pasar Cibinong, Harga Meroket Jelang Ramadan

Minyakita
Suyitno, seorang pedagang menuangkan minyak goreng curah ke dalam wadah pembeli di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/2/2026). Harga minyak curah kini merangkak naik hingga Rp 20.000 per liter jelang bulan suci Ramadan, menyusul kelangkaan Minyakita yang turut mendorong lonjakan harga minyak goreng di pasar tersebut. Foto: bogortoday.com/Rifki Ramadhan,

BOGORTODAY.COM Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita terjadi di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjelang bulan suci Ramadan. Kondisi itu telah berlangsung lebih dari sebulan dan mendorong harga komoditas tersebut melampaui harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Salah seorang pedagang bahan pokok di pasar tersebut, Suyitno, mengungkapkan bahwa kelangkaan Minyakita mulai dirasakan sejak sekitar sebulan lalu. Akibatnya, ia kini jarang menjual produk tersebut kepada konsumen.

BACA JUGA :  10 Makanan Protein Rendah Lemak untuk Turunkan Berat Badan Tanpa Kehilangan Massa Otot

“Jadi sudah sebulan yang lalu mengalami kelangkaan. Makanya jarang pakai Minyakita sekarang,” ujar Suyitno, Selasa (17/2/2026).

Kelangkaan itu turut mendongkrak harga Minyakita di tingkat pengecer. Suyitno menyebut, harga Minyakita saat ini telah mencapai Rp 18.000 per liter, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp 15.700 hingga Rp 16.000 per liter.

“Sekarang hampir Rp 18.000 karena kita mendapatkannya dari luar dengan harga yang lebih mahal,” jelasnya.

Tak hanya Minyakita, harga minyak curah pun ikut terkerek naik. Suyitno menyatakan, harga minyak curah kini menyentuh Rp 20.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 19.000 per liter. Kenaikan harga kedua komoditas itu disebut mulai terjadi sejak awal Februari 2026.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Meski demikian, kenaikan harga tersebut belum memicu keluhan berarti dari masyarakat. Penjualan Suyitno pun tidak mengalami penurunan yang signifikan.

“Paling sedikit, tidak sampai lima persen,” katanya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================