
Racco dibekali satu motor listrik di gardan depan dengan tenaga puncak 20 kW (27 hp).
Mobil ini menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang diproduksi oleh anak perusahaan BYD, FinDreams. Baterainya diklaim mampu menempuh jarak hingga 180 km berdasarkan standar WLTC.
Menariknya, Racco juga mendukung pengisian cepat DC hingga 100 kW, memberikan kepraktisan lebih bagi pengguna kendaraan listrik di perkotaan.
Tantangan di Pasar Jepang
BYD Racco dijadwalkan meluncur di Jepang pada musim panas atau musim gugur 2026. Pasar kei car di Negeri Sakura sangat kompetitif. Pada tahun lalu, tercatat sebanyak 1.667.360 unit kei car terjual di Jepang.
Model terlaris di segmen ini adalah Honda N-Box, yang telah lama mendominasi pasar domestik.
Langkah Strategis BYD di Jepang
Masuknya BYD ke segmen kei car menunjukkan keseriusan produsen asal China tersebut dalam menyesuaikan diri dengan karakter pasar Jepang yang unik. Dengan harga kompetitif, desain fungsional, serta teknologi baterai milik sendiri, Racco berpotensi menjadi penantang baru di segmen mobil listrik mungil Jepang.
Kini, menarik untuk menanti bagaimana respons konsumen Jepang terhadap pemain baru di kelas kei car listrik ini.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















