Sholat Tarawih: Qiyamul Lail Istimewa di Bulan Ramadan

Keutamaan Tarawih Malam Pertama hingga Ketiga Puluh

Terdapat riwayat yang menyebutkan keutamaan khusus sholat Tarawih pada setiap malam Ramadan, dari malam pertama hingga malam ketiga puluh. Riwayat ini dinisbatkan kepada sahabat Ali bin Abi Thalib RA dan menyebutkan berbagai keutamaan, seperti:

  • Malam pertama: Diampuni dosa seperti bayi yang baru lahir.
  • Malam kelima: Mendapat pahala seperti sholat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.
  • Malam ketujuh belas: Mendapat pahala seperti para nabi.
  • Malam kedua puluh tujuh: Melewati shirath seperti kilat.
  • Malam ketiga puluh: Mendapatkan kenikmatan surga dan ridha Allah SWT.

Namun, para ulama hadits menjelaskan bahwa riwayat tentang keutamaan khusus setiap malam Tarawih ini berstatus dhaif (lemah), bahkan sebagian menyatakannya maudhu (palsu).

Oleh karena itu, umat Islam hendaknya berhati-hati dan lebih berpegang pada hadits-hadits shahih tentang keutamaan umum qiyam Ramadan.

BACA JUGA :  Tiga Toko Miras Ilegal di Cileungsi Bogor Diganyang Satpol PP

Hukum Sholat Tarawih

Sholat Tarawih hukumnya adalah sunnah muakad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW mencontohkan dan menganjurkannya, namun tidak mewajibkannya kepada umatnya.

Pada masa khalifah Umar bin Khattab RA, pelaksanaan Tarawih berjamaah di masjid kembali dihidupkan secara teratur dengan satu imam agar kaum muslimin dapat beribadah dengan lebih tertib dan khusyuk.

Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih

Waktu sholat Tarawih dimulai setelah sholat Isya dan sholat sunnah rawatibnya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Mayoritas umat Islam melaksanakannya pada awal malam setelah Isya, terutama ketika dilakukan secara berjamaah di masjid.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih:

  1. Delapan rakaat ditambah tiga rakaat witir (total 11 rakaat)

Pendapat ini berdasarkan riwayat dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malamnya lebih dari 11 rakaat, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan.

  1. Dua puluh rakaat ditambah tiga rakaat witir (total 23 rakaat)
BACA JUGA :  Bupati Bogor Ajak Penggiat Lingkungan Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Hijau Berkelanjutan

Pendapat ini merujuk pada praktik kaum muslimin di masa Umar bin Khattab RA, serta diikuti oleh mayoritas ulama dari mazhab Hanafiyah, Hanbaliyah, dan Syafi’iyah.

Kedua pendapat tersebut memiliki dasar yang kuat. Karena itu, umat Islam dapat memilih jumlah rakaat yang diyakini atau mengikuti kebiasaan yang berlaku di masjid setempat.

Sholat Tarawih merupakan ibadah istimewa di bulan Ramadan yang penuh dengan ampunan dan rahmat.

Dengan melaksanakannya secara ikhlas dan penuh keimanan, seorang muslim dapat meraih ampunan dosa, pahala besar, serta kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga kita termasuk golongan yang istiqamah menghidupkan malam-malam Ramadan dengan sholat Tarawih dan amalan kebaikan lainnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================