
BOGORTODAY.COM – Sholat Tarawih adalah sholat malam (qiyamul lail) yang secara khusus dikerjakan pada bulan Ramadan. Ibadah sunnah ini dilaksanakan setelah sholat Isya dan menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan serta pahala besar bagi umat Islam yang menunaikannya.
Sholat Tarawih dapat dikerjakan sendiri di rumah maupun secara berjamaah di masjid. Namun, para ulama menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah mengerjakannya secara berjamaah, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.
Dalil Disyariatkannya Sholat Tarawih
Dasar pelaksanaan sholat Tarawih berasal dari riwayat sahabat mulia, Aisyah RA. Ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah melaksanakan sholat malam di masjid pada bulan Ramadan, lalu para sahabat mengikuti beliau.
Pada malam-malam berikutnya, jumlah jamaah semakin banyak. Namun, pada malam selanjutnya Nabi tidak keluar untuk mengimami mereka.
Ketika pagi tiba, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau mengetahui apa yang dilakukan para sahabat, tetapi beliau khawatir jika sholat tersebut diwajibkan atas umatnya. Peristiwa ini diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj dalam kitab shahih mereka.
Dari riwayat ini, para ulama menyimpulkan bahwa sholat Tarawih adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakad), bukan kewajiban.
Keutamaan Sholat Tarawih Setelah Sholat Isya
Berikut beberapa keutamaan sholat Tarawih yang disebutkan dalam berbagai hadits shahih:
- Dosa-Dosa Diampuni
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan (Tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah RA yang diriwayatkan oleh Muslim ibn al-Hajjaj, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Ramadan tanpa mewajibkannya, dan menjanjikan ampunan bagi yang melaksanakannya dengan iman dan ikhlas.
- Mendapat Pahala Seperti Qiyam Satu Malam Penuh
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa qiyam bersama imam hingga selesai, maka ditulis baginya pahala qiyam satu malam penuh.”
(HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i)
Hadits ini menunjukkan keutamaan mengikuti sholat Tarawih berjamaah hingga imam selesai, termasuk sholat witir.
- Menyempurnakan Kekurangan Sholat Wajib
Dalam hadits riwayat at-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA dijelaskan bahwa amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah sholat. Jika terdapat kekurangan pada sholat fardhu, maka Allah akan melihat apakah hamba tersebut memiliki sholat sunnah untuk menyempurnakannya.
Dengan demikian, sholat Tarawih dapat menjadi pelengkap dan penyempurna kekurangan dalam sholat wajib kita.
Keutamaan Tarawih Malam Pertama hingga Ketiga Puluh
Terdapat riwayat yang menyebutkan keutamaan khusus sholat Tarawih pada setiap malam Ramadan, dari malam pertama hingga malam ketiga puluh. Riwayat ini dinisbatkan kepada sahabat Ali bin Abi Thalib RA dan menyebutkan berbagai keutamaan, seperti:
- Malam pertama: Diampuni dosa seperti bayi yang baru lahir.
- Malam kelima: Mendapat pahala seperti sholat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.
- Malam ketujuh belas: Mendapat pahala seperti para nabi.
- Malam kedua puluh tujuh: Melewati shirath seperti kilat.
- Malam ketiga puluh: Mendapatkan kenikmatan surga dan ridha Allah SWT.
Namun, para ulama hadits menjelaskan bahwa riwayat tentang keutamaan khusus setiap malam Tarawih ini berstatus dhaif (lemah), bahkan sebagian menyatakannya maudhu (palsu).
Oleh karena itu, umat Islam hendaknya berhati-hati dan lebih berpegang pada hadits-hadits shahih tentang keutamaan umum qiyam Ramadan.
Hukum Sholat Tarawih
Sholat Tarawih hukumnya adalah sunnah muakad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW mencontohkan dan menganjurkannya, namun tidak mewajibkannya kepada umatnya.
Pada masa khalifah Umar bin Khattab RA, pelaksanaan Tarawih berjamaah di masjid kembali dihidupkan secara teratur dengan satu imam agar kaum muslimin dapat beribadah dengan lebih tertib dan khusyuk.
Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih
Waktu sholat Tarawih dimulai setelah sholat Isya dan sholat sunnah rawatibnya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Mayoritas umat Islam melaksanakannya pada awal malam setelah Isya, terutama ketika dilakukan secara berjamaah di masjid.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih:
- Delapan rakaat ditambah tiga rakaat witir (total 11 rakaat)
Pendapat ini berdasarkan riwayat dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malamnya lebih dari 11 rakaat, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan.
- Dua puluh rakaat ditambah tiga rakaat witir (total 23 rakaat)
Pendapat ini merujuk pada praktik kaum muslimin di masa Umar bin Khattab RA, serta diikuti oleh mayoritas ulama dari mazhab Hanafiyah, Hanbaliyah, dan Syafi’iyah.
Kedua pendapat tersebut memiliki dasar yang kuat. Karena itu, umat Islam dapat memilih jumlah rakaat yang diyakini atau mengikuti kebiasaan yang berlaku di masjid setempat.
Sholat Tarawih merupakan ibadah istimewa di bulan Ramadan yang penuh dengan ampunan dan rahmat.
Dengan melaksanakannya secara ikhlas dan penuh keimanan, seorang muslim dapat meraih ampunan dosa, pahala besar, serta kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga kita termasuk golongan yang istiqamah menghidupkan malam-malam Ramadan dengan sholat Tarawih dan amalan kebaikan lainnya.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















