
Soal menu buka puasa, Umi Pipik mengatakan anak-anaknya cenderung sederhana dan tidak terlalu menyukai makanan pedas, mengikuti selera almarhum suaminya, Uje. “Kalau anak-anak kan memang dia sama kayak Uje, gak bisa pedas. Jadi ya udah bikinnya yang manis-manis aja. Anak-anak saya kan simpel orangnya,” tuturnya.
Turun Langsung ke Dapur
Meski memiliki kesibukan sebagai public figure dan pendakwah, Umi Pipik mengaku tetap turun tangan langsung ke dapur untuk menyiapkan hidangan sahur dan berbuka. “Iya… selalu (turun tangan langsung di dapur), selalu. Sahur sama buka tuh pasti,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa alasan turun langsung bukan hanya agar anak-anak mau makan, tetapi juga memastikan menu sesuai selera mereka. “Kadang tuh harus sesuai seleranya dia. Kalau kita masak sesuai seleranya kita, kadang anaknya kagak makan gitu. Jadi harus tanya dulu, ‘Ini maunya apa? Maunya apa?’ Jadi bikin dikit-dikit, tapi kemakan semua gitu,” tambah Umi Pipik.
Kisah Umi Pipik ini menunjukkan bagaimana tradisi sederhana dan perhatian pada selera anak dapat membuat momen Ramadan di rumah menjadi lebih hangat dan bermakna bagi keluarga.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















