NASA Tunda Misi Berawak Artemis 2 ke Bulan, Masalah Teknis pada Sistem Helium Jadi Penyebab

BOGORTODAY.COM – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, memastikan bahwa misi berawak ke Bulan dalam program Artemis 2 tidak akan diluncurkan pada Maret 2026.

Keputusan ini diambil setelah tim teknis menemukan gangguan pada sistem roket yang krusial bagi keselamatan peluncuran.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan bahwa penerbangan awak pertama mengitari Bulan dalam lebih dari 50 tahun itu harus ditunda untuk meninjau persoalan teknis.

Masalah pada Aliran Helium

Gangguan terdeteksi pada aliran helium yang menuju roket raksasa Space Launch System (SLS). Helium padat memainkan peran penting dalam membersihkan (purging) mesin roket dan memberi tekanan pada tangki bahan bakar.

Gangguan ini membuat jendela peluncuran Maret “tidak lagi dipertimbangkan”, mengutip laporan Aljazeera.

“Saya memahami banyak yang kecewa dengan perkembangan ini. Kekecewaan itu paling dirasakan oleh tim NASA yang telah bekerja tanpa lelah mempersiapkan misi besar ini,” ujar Isaacman melalui media sosial.

NASA kini mengincar peluang peluncuran berikutnya pada awal atau akhir April. Roket SLS dan wahana Orion akan dikembalikan ke Vehicle Assembly Building di Kennedy Space Center, Florida, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kemungkinan penyebab gangguan meliputi filter, katup, atau pelat sambungan yang bermasalah.

BACA JUGA :  SPMB dalam Perspektif Tata Kelola dan Esensi Pendidikan

Latar Belakang Program Artemis

Program Artemis sempat mengejutkan publik ketika NASA menyatakan Artemis 2 bisa diluncurkan lebih cepat dari perkiraan. Percepatan ini terkait dorongan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menjaga keunggulan Amerika dalam perlombaan antariksa.

Namun perjalanan program Artemis tidak mulus. Misi tanpa awak Artemis 1 baru terlaksana pada November 2022 setelah beberapa kali penundaan dan dua kali upaya peluncuran gagal. Awal Februari 2026, kebocoran hidrogen cair juga memaksa NASA menghentikan uji coba penting wet dress rehearsal yang mensimulasikan kondisi peluncuran sesungguhnya.

Misi Artemis 2: Penerbangan Bersejarah

Artemis 2 dirancang sebagai penerbangan selama 10 hari mengitari Bulan sebelum kembali ke Bumi. Tujuannya adalah membuka jalan bagi misi pendaratan manusia berikutnya, sekaligus menjadi fondasi eksplorasi Mars.

BACA JUGA :  NASA Umumkan Kru Artemis III, Langkah Baru Menuju Kembalinya Manusia ke Bulan

Awak misi terdiri dari tiga astronaut AS, Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronaut Kanada Jeremy Hansen. Artemis 2 akan menjadi penerbangan manusia terjauh dalam sejarah dan misi berawak ke Bulan pertama sejak era Apollo lebih dari setengah abad lalu.

Misi ini juga menjadi batu loncatan menuju Artemis 3 yang dijadwalkan pada 2028, dengan ambisi mendaratkan manusia kembali di permukaan Bulan.

Prioritas Keselamatan di Atas Segalanya

Meski penundaan ini mengecewakan publik, NASA menegaskan bahwa keselamatan awak misi tetap menjadi prioritas utama. Dalam eksplorasi antariksa, satu komponen kecil yang bermasalah bisa menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah misi bersejarah.

Dengan pemeriksaan teknis lebih lanjut dan perbaikan sistem helium, NASA berharap Artemis 2 dapat diluncurkan dengan aman dan sukses, melanjutkan tradisi Amerika Serikat dalam eksplorasi Bulan dan antariksa.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================