BOGORTODAY.COM – Pertanyaan ini kerap muncul setiap Ramadan: seseorang telah melaksanakan sholat Tarawih berjamaah di masjid dan menutupnya dengan witir bersama imam.
Namun di sepertiga malam terakhir ia ingin bangun untuk tahajud. Apakah masih boleh? Perlukah mengulang witir? Atau justru tidak boleh sholat lagi karena sudah witir?
Keutamaan Sholat Malam
Sholat malam merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 79:
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)
Dalam ayat lain, Allah SWT memuji hamba-Nya yang bangun malam untuk beribadah. Termaktub dalam surah As-Sajdah ayat 16:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa yang Kami rezekikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)
Dalam hadits sahih, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa sholat malam, termasuk tahajud, memiliki keutamaan besar dan boleh dilakukan kapan saja setelah sholat Isya hingga terbit fajar.
Kedudukan Sholat Witir
Witir secara bahasa berarti ganjil. Sholat witir adalah sholat sunnah yang jumlah rakaatnya ganjil, dan dianjurkan sebagai penutup sholat malam.
Rasulullah SAW bersabda:
“Jadikanlah akhir sholat kalian di malam hari adalah witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan:
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















