
Hadis ini menjadi peringatan bahwa kualitas puasa sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga diri dari maksiat. Jika selama Ramadan seseorang semakin mampu menahan amarah, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak, itu merupakan isyarat baik atas puasanya.
- Merasakan Ketenangan dan Kehidupan yang Baik
Tanda lain dari diterimanya amal ibadah adalah hadirnya ketenangan dalam hati. Orang yang amalnya diterima akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Qur’an, An-Nahl ayat 97:
“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) ini mencakup ketenteraman jiwa, kelapangan hati, dan rasa cukup atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Jika setelah berpuasa seseorang merasakan peningkatan kualitas spiritual dan ketenangan batin, maka itu termasuk tanda kebaikan.
Teladan Para Ulama Salaf
Meski terdapat tanda-tanda di atas, hakikat diterima atau tidaknya suatu amalan tetap menjadi rahasia Allah SWT. Karena itu, para ulama salaf senantiasa diliputi rasa khawatir dan berharap (khauf dan raja’).
Dalam Lathoiful Ma’arif, disebutkan bahwa para salaf berdoa selama enam bulan sebelum Ramadan agar dipertemukan dengan bulan suci, dan enam bulan setelahnya agar amal mereka diterima.
Disebutkan pula doa yang sering dipanjatkan oleh Yahya bin Abi Katsir:
“Ya Allah, pertemukanlah aku dengan Ramadan, sampaikanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.”
Sikap ini menunjukkan betapa besarnya perhatian mereka terhadap kualitas amal, bukan sekadar kuantitasnya.
Puasa Ramadan yang diterima Allah SWT akan membekas dalam diri seorang Muslim. Ia menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, lebih tenang, dan lebih menjauhi maksiat. Namun demikian, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan apakah amalnya diterima, kecuali Allah SWT semata.
Tugas seorang hamba adalah terus memperbaiki niat, meningkatkan kualitas ibadah, serta memohon kepada Allah agar menerima setiap amal yang dilakukan.
Wallahu a’lam.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















