
Persoalan rantai pasok pun tak kalah pelik. Yusfitriadi mempersoalkan penyeragaman komoditas KDKMP yang hanya difokuskan pada segmen ritel, sementara sumber pasokannya belum jelas.
“Komoditi pun semua diseragamkan, satu item yaitu ritel, yang lain boleh bebas. Pertanyaannya, siapa yang suplai retailnya,” ujar dia.
Kesiapan sumber daya manusia pengelola koperasi juga menjadi catatan serius. Yusfitriadi menilai pengurus KDKMP belum memiliki pengalaman dan pemahaman memadai dalam mengelola koperasi secara profesional.
Di atas semua itu, kepercayaan publik terhadap pemerintah disebut menjadi tembok penghalang terbesar keberhasilan program ini.
“Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah itu tidak baik, sehingga orang lebih memilih belanja ke warung daripada ke kopdes,” tutup Yusfitriadi.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















