
Saat tubuh aktif bergerak, sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Oksigen dan nutrisi dari makanan dapat terserap secara maksimal oleh sel-sel saraf. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, suplai nutrisi ke otak tidak optimal, sehingga berisiko mempercepat proses penyusutan.
Aktivitas sederhana seperti jalan kaki rutin, bersepeda, atau senam ringan sudah cukup membantu menjaga fungsi otak tetap prima.
- Berhenti Berpikir dan Menarik Diri dari Sosial
Memasuki usia 40 hingga 50 tahun ke atas, sebagian orang mulai mengurangi aktivitas dengan alasan sudah tidak muda lagi. Padahal, kebiasaan berhenti berpikir aktif dan menarik diri dari lingkungan sosial justru dapat menjadi bumerang.
Otak bekerja layaknya otot. Jika jarang digunakan, kemampuannya akan menurun. Kurangnya stimulasi mental membuat sel-sel saraf tidak terlatih, sehingga volume otak bisa menyusut lebih cepat.
- Dimas menekankan pentingnya memiliki aktivitas harian yang melibatkan proses berpikir dan interaksi sosial. Bekerja, menjalankan hobi, membaca, berdiskusi, hingga terlibat dalam kegiatan komunitas seperti pengajian, gereja, PKK, atau Posyandu dapat menjadi stimulasi positif bagi otak.
Lindungi Otak Sejak Dini
Menjaga kesehatan otak tidak selalu membutuhkan prosedur medis yang rumit. Langkah sederhana seperti memperbaiki pola makan, rutin berolahraga, serta tetap aktif secara mental dan sosial sudah menjadi fondasi kuat untuk mencegah penuaan dini pada otak.
Dengan gaya hidup yang lebih sehat dan seimbang, risiko atrofi serebri dapat ditekan, sehingga kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















