
Kebiasaan berbuka dengan makanan tinggi lemak, gorengan, atau minuman manis berlebih juga memperlambat kerja sistem pencernaan, sehingga risiko sembelit meningkat.
Cara Mengatasi Susah BAB Saat Puasa
Agar puasa tetap nyaman dan pencernaan lancar, beberapa langkah berikut bisa diterapkan:
- Penuhi kebutuhan cairan
Batasi minuman berkafein atau terlalu manis karena dapat memicu dehidrasi. Pastikan asupan cairan cukup dengan membaginya dalam beberapa waktu, misalnya saat berbuka, setelah salat tarawih, dan saat sahur.
- Perbanyak asupan serat
Konsumsi buah dan sayur setiap hari untuk menjaga pergerakan usus tetap teratur. Serat membantu melunakkan feses dan memperlancar BAB. Pilih roti gandum, tambahkan sayuran pada menu sahur dan berbuka, serta konsumsi kacang-kacangan atau sup berbahan biji-bijian.
- Hindari makan berlebihan saat berbuka
Berbuka dengan porsi besar sekaligus membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Makan perlahan dan bertahap agar tubuh punya waktu mencerna makanan dengan baik.
- Batasi makanan berlemak dan gorengan
Makanan tinggi lemak dan digoreng memperlambat pengosongan lambung dan kerja usus. Pilih makanan yang dipanggang, direbus, atau dikukus.
- Tetap aktif bergerak
Aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah berbuka dapat merangsang gerakan usus. Tubuh yang pasif justru membuat pencernaan lebih lambat.
Kunci Puasa yang Sehat
Puasa memberikan banyak manfaat kesehatan, seperti membantu mengontrol berat badan, menurunkan kadar kolesterol jahat, dan meningkatkan kesehatan pencernaan jika dilakukan dengan benar.
Kuncinya adalah keseimbangan: jangan melewatkan sahur, cukupi kebutuhan cairan, dan pilih makanan bergizi seimbang agar BAB tetap lancar dan tubuh tetap fit selama Ramadhan.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















