Blokade Jalan Hingga Berjam-jam, Pemilik Lahan Terdampak TPA Galuga Nyaris Bentrok dengan Pemulung

Aksi blokade pintu masuk TPA Galuga yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut sempat memanas. Sebabr ratusan pemulung yang merasa terganggu dengan ditutupnya akses masuk oleh pemilik lahan. foto:Ilham-Bogortoday.

BOGORTODAY.COM – Akses jalan di kawasan Lingkar Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, ditutup oleh perwakilan pemilik lahan yang terdampak aktivitas TPA Galuga, Senin (2/3/2026).

Aksi blokade pintu masuk TPA Galuga yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut sempat memanas. Sebabr ratusan pemulung yang merasa terganggu dengan ditutupnya akses masuk oleh pemilik lahan.

Koordinator perwakilan pemilik lahan, Oji Pauji, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk protes atas belum adanya kejelasan pembayaran lahan warga yang tertimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga selama lima tahun terakhir.

BACA JUGA :  Sejarah Ibadah Haji: Jejak Perjalanan Nabi Ibrahim hingga Menjadi Rukun Islam

“Kami sudah berkali-kali mendatangi DLH kota dan kabupaten, bahkan sudah bertemu dengan bupati. Namun, belum ada respons yang sesuai harapan dari pemilik lahan. Karena itu, kami melayangkan surat pemberitahuan aksi ke Polres,” ujarnya di lokasi, Senin (2/3/2026).

Oji menyebutkan, terdapat 18 pemilik lahan yang terdampak langsung, khususnya di Desa Galuga dan Desa Dukuh. Mereka menuntut realisasi pembayaran sesuai janji pemerintah daerah.

Menurutnya, bupati sebelumnya berjanji pada 22 Februari 2026 bahwa pembayaran akan dilakukan pada Maret 2026. Namun, dalam pertemuan di Desa Galuga, salah satu perwakilan pemerintah menyampaikan bahwa pembayaran baru akan direalisasikan pada Oktober mendatang.

BACA JUGA :  7 Jenis Ikan yang Aman Dikonsumsi Penderita Kolesterol Tinggi

“Ini yang menjadi kesimpangsiuran antara pernyataan bupati dengan staf pemerintahan, khususnya DLH Kabupaten Bogor. Kami akan terus melakukan aksi sampai aspirasi kami terpenuhi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cibungbulang, Kompol Iwan Wahyudi, membenarkan adanya penolakan dari sejumlah pemulung terhadap aksi tersebut.

“Karena ada penolakan dan pemblokiran jalan, kegiatan kami arahkan ke Kantor Desa Galuga agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================