Jenazah Kru Black Hawk Ditemukan Usai Tabrakaan dengan Pesawat American Airlines di Sungai Potomac

Jenazah
Jenazah Kru Black Hawk Ditemukan Usai Tabrakaan dengan Pesawat American Airlines di Sungai Potomac. Foto: REUTERS)

BOGORTODAY.COM Jenazah tiga kru helikopter militer Amerika Serikat jenis Sikorsky UH-60 Black Hawk ditemukan setelah insiden tabrakan dengan pesawat penumpang American Airlines di atas Sungai Potomac, Washington, DC.

Sumber yang mengetahui proses pencarian menyebutkan bahwa jenazah ketiga anggota Angkatan Bersenjata AS yang berada di dalam helikopter telah ditemukan. Namun, sumber tersebut tidak merinci identitas resmi dari para korban yang baru ditemukan itu.

Identitas Kru Helikopter

Berdasarkan sejumlah laporan, tiga kru yang berada di dalam helikopter Black Hawk tersebut adalah:

  • Ketua kru Ryan O’Hara (28),
  • Pilot sekaligus Kepala Perwira Andrew Eaves,
  • Seorang pilot perempuan yang memiliki pengalaman terbang sekitar 500 jam.

Hingga kini, otoritas militer belum merilis pernyataan resmi terkait detail lengkap identitas maupun kronologi akhir sebelum insiden terjadi.

Kronologi Tabrakan

Tabrakan terjadi pada 29 Januari di atas Sungai Potomac, dekat Ronald Reagan Washington National Airport. Pesawat American Airlines saat itu mengangkut 64 penumpang termasuk awak kabin, sementara helikopter Black Hawk membawa tiga kru militer.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Seluruh korban dari kedua pesawat dilaporkan tewas dalam kecelakaan tragis tersebut. Tim penyelamat segera melakukan operasi pencarian di perairan Sungai Potomac sesaat setelah insiden terjadi.

Korban Warga Negara Asing

Sejumlah penumpang pesawat American Airlines dilaporkan merupakan warga negara asing.

Kedutaan Besar China di Amerika Serikat, berdasarkan informasi awal, menyatakan bahwa dua warga negara China turut menjadi korban. Pihak kedutaan meminta pemerintah AS untuk memverifikasi rincian insiden dan secara resmi menyampaikan informasi kepada pemerintah Beijing.

Dari Rusia, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa dua warga Rusia juga menjadi korban. Mereka adalah mantan juara dunia seluncur indah, Evgenia Shishkova dan Vadim Naumov.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Sementara itu, sumber pemerintah Argentina mengungkapkan bahwa dua warga Argentina, yakni seorang pria lanjut usia kelahiran Argentina beserta anaknya, serta seorang warga asal Chile, termasuk dalam daftar korban.

Tak hanya itu, Philippine National Police turut mengonfirmasi bahwa Direktur Divisi Manajemen Pasokan, Kolonel Pergentino N. Malabed, berada di dalam pesawat tersebut. Mengutip laporan BBC, jenazah yang membawa paspor atas nama Kolonel Malabed ditemukan di perairan Potomac.

Proses Investigasi Berlangsung

Hingga saat ini, tim penyelamat dan otoritas terkait masih melakukan proses pencarian lanjutan serta investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti tabrakan antara helikopter militer dan pesawat komersial tersebut.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan udara paling memilukan di wilayah Washington dalam beberapa tahun terakhir, mengingat jumlah korban serta keterlibatan pesawat militer dan komersial dalam satu peristiwa tragis.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================