Masjid Futuristik di Riyadh Hadir dengan Arsitektur Minimalis Kontemporer

Material dipilih secara selektif untuk menjaga suasana spiritual. Travertine asal Italia menjadi bahan utama, dipadukan dengan dinding plester bertekstur fluted yang dikerjakan dengan detail presisi. Pemilihan material yang minim jenisnya justru membuat ruang terasa bersih dan elegan.

Pencahayaan alami menjadi elemen utama. Cahaya masuk melalui celah-celah khusus, menciptakan efek hangat yang berubah sepanjang hari. Hasilnya, interior masjid terasa hidup dan penuh karakter tanpa perlu dekorasi tambahan.

Kapasitas dan Tata Ruang

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Masjid ini memiliki luas sekitar 1.200 meter persegi dan mampu menampung lebih dari 500 jemaah. Tata ruang dalam menekankan keterbukaan dan sirkulasi udara alami, dengan langit-langit tinggi yang meningkatkan kualitas akustik selama ibadah.

Mihrab tetap menjadi pusat utama ruang salat. Meski minimalis, bentuk lengkungan sederhana dan pencahayaan alami memperkuat pengalaman spiritual. Paviliun wudhu dirancang terpisah untuk menjaga kesucian ruang utama, dan aksesibilitas diintegrasikan sejak tahap awal desain.

BACA JUGA :  Hari Tasyrik dan Larangan Puasa: Ini Penjelasan dan Dalilnya dalam Islam

Pengakuan Internasional

Berkat penggunaan arsitektur minimalis yang kontekstual, proyek Masjid Modern karya Yodezeen masuk dalam daftar Architecture Hunter Awards 2025 Shortlisted Project. Hal ini menegaskan posisinya sebagai contoh masjid kontemporer yang berpijak pada tradisi sekaligus menatap masa depan.

Masjid futuristik ini menjadi bukti bahwa arsitektur Islam dapat berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai sakral, menghadirkan tempat ibadah yang menenangkan sekaligus estetis bagi masyarakat Riyadh.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================