
BOGORTODAY.COM – Fenomena gerhana bulan total akan menghiasi langit Indonesia pada petang ini. Peristiwa alam yang menakjubkan ini terjadi ketika posisi bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga seluruh permukaan bulan tertutup bayangan bumi.
Bagi umat Islam, gerhana bukan sekadar fenomena astronomi, tetapi juga merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, serta mendirikan salat sunnah gerhana ketika menyaksikan peristiwa tersebut.
Gerhana sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT
Anjuran untuk berdoa ketika terjadi gerhana bersandar pada riwayat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
لِمَوْتِ يَخْسِفَانِ لَا اللَّهِ آيَاتِ مِنْ آيَتَانِ وَالْقَمَرَ الشَّمْسَ إِنَّ وَكَبِرُوا تَعَالَى اللَّهَ فَادْعُوا ذَلِكَ رَأَيْتُمْ فَإِذَا لِحَيَاتِهِ وَلَا أَحَدٍ وَتَصَدَّقُوا
Artinya:
“Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang, tidak pula karena kehidupan seseorang. Apabila kalian melihat hal tersebut, maka berdoalah kalian kepada Allah SWT dan bertakbirlah serta bersedekahlah.”
Hadits ini menegaskan bahwa gerhana bukanlah pertanda wafat atau lahirnya seseorang, melainkan murni sebagai tanda kebesaran Allah SWT.
Anjuran Berdzikir Saat Gerhana
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, yang diterjemahkan Arif Hidayat, dijelaskan bahwa ketika melihat gerhana, umat Islam dianjurkan untuk berdzikir kepada Allah SWT.
Sebagaimana riwayat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim:
تَعَالَى اللَّهَ فَاذْكُرُوا ذَلِكَ رَأَيْتُمْ فَإِذَا
Artinya:
“Apabila kalian melihat hal tersebut (gerhana), maka berdzikirlah kalian kepada Allah SWT.”
Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas, yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah SAW bersabda:
وَدُعَائِهِ ذِكْرِهِ إِلَى فَافْزَعُوا ذَلِكَ مِنْ شَيْئًا رَأَيْتُمْ فَإِذَا وَاسْتِغْفَارِهِ
Artinya:
“Apabila kalian melihat sesuatu dari hal tersebut, maka bergegaslah kalian untuk berdzikir kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya serta memohon ampunan-Nya.”
Dari hadits-hadits tersebut, jelas bahwa umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, doa, dan istighfar saat terjadi gerhana.
Bacaan Doa dan Dzikir Ketika Melihat Gerhana Bulan
Berikut beberapa bacaan yang dapat diamalkan:
- Istighfar
اسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Astaghfirullaahal ‘azhiim
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
- Takbir
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar
Artinya:
“Allah Maha Besar.”
- Dzikir Lengkap (Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir)
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Subhânallâh, walhamdulillâh, wa lâ-ilâha illallâh, wallâhu akbar, walâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyil ‘adzîm.
Artinya:
“Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
Tata Cara Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf)
Salat gerhana bulan dikenal sebagai salat khusuf. Dalam buku Panduan Sholat Rosulullah susunan Imam Abu Wafa dijelaskan bahwa salat gerhana adalah salat sunnah yang dilaksanakan ketika cahaya bulan atau matahari tertutup sebagian atau seluruhnya.
Dalil pelaksanaannya terdapat dalam riwayat Shahih Muslim dari Abdurrahman bin Samurah, yang menceritakan bahwa Nabi SAW melaksanakan salat ketika terjadi gerhana hingga cahaya kembali terang.
Niat Salat Gerhana Bulan
أُصَلِّي سُنَّةَ لِخُسُوفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal khusufil qamari rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta‘âlâ
Artinya:
“Aku niat salat sunnah gerhana bulan dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Pelaksanaan
- Membaca niat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca ta’awudz dan surah Al-Fatihah
- Membaca surah panjang (misalnya Al-Baqarah atau lainnya)
- Rukuk dengan durasi panjang
- Iktidal
- Membaca Al-Fatihah kembali dan surah yang lebih pendek
- Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama)
- Iktidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua dengan gerakan serupa, bacaan lebih ringkas
- Tasyahud akhir
- Salam
- Mendengarkan khutbah setelah salat
Momentum Muhasabah Diri
Gerhana bulan total menjadi momentum bagi umat Islam untuk bermuhasabah (introspeksi diri), memperbanyak amal saleh, serta mengingat kebesaran Allah SWT yang mengatur peredaran alam semesta dengan sempurna.
Selain menyaksikan keindahan langit, mari jadikan peristiwa ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan doa, dzikir, sedekah, dan salat sunnah gerhana.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















