Buruh Tambang di Cigudeg Kembali Berunjuk Rasa, Tuntut Kejelasan Soal Kompensasi Pemprov Jabar

BOGORTODAY.COM – Sejumlah buruh tambang yang terdampak penutupan tambang di Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kembali melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Desa Rengasjajar, pada Rabu (04/03/26).

Aksi tersebut dilakukan para pekerja tambang yang terdampak akibat penutupan tambang sementara oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun para pekerja tambang tidak mendapatkan konpensasi dan bahkan adanya tebang pilih bantuan.

“Kita sebagai karyawan mempertanyakan kenapa tidak dapat, banyak tidak tepat sasaran,” ungkap salah satu karyawan yang terdampak, Farhan.

Menurutnya transparasi penuh dalam proses pendataan dan penetapan penerima bantuan kompensasi tidak optimal serta tidak merata.

“Yang kedua menuntut klarifikasi dan pertanggung jawaban kades dan perangkat terkait atas tidak masuknya sejumlah warga dan karyawan yang jelas jelas terdampak secara ekonomi akibat penutupan tambang,” katanya.

Ia meminta agar, pendataan ulang secara adil objektif dengan melibatkan perwakilan masyarakat terdampak agar tidak ada pihak yang dirugikan atau di abaikan

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tantang Lakshya Sen di Indonesia Open 2026, Ini Fakta Menarik Jelang Duel

“Menolak segala bentuk praktik pilih kasih kepentingan pribadi maupun penyalah gunaan wewenang,” bebernya.

Selain itu, ia meminta pemdes Rengasjajar menyampaikan hasil dan keputusan yang secara tertulis serta terbuka kepada masyarakat

“Kita menuntut penundaan pencairan bantuan kompensasi penutupan tambang tahap rekap susulan yang berjumlah 1017,” jelasnya.

Ia menilai bahwa pendataan tersebut tidak objektif dan tumpang tindih, bahkan sebagian keryawan perusahaan tambang tidak mendapatkan konpensasi.

“Pertama pemdes melakukan ajuan sebanyak 1.528 ternyata yang terverifikasi itu 1.17 ada yang dabel data sebanyak 41 jadi hasilnya 395 yang belum dapet kompensasi atau tidak terdata,” tegasnya.

Menurutnya, mayoritas yang tidak menerima konpenasasi merupakan pekerja tambang di bagian buruh harian lepas dan sehingga tidak dapat penghasilan

“Kita berharap sebagai karyawan yang belum dapat ya harus segera terealisasi karena kebanyakan ini tidak tepat sasaran kita harap segera terealisasi,” harapnya.

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Orang Tidak Merasa Lapar di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Sementara itu, Kepala desa Rengasjajar Rusli mengatakan sebanyak 200 orang pekerja tambang yang terdampak penutupan tambang tercoret di data Provinsi Jawa Barat.

“Saya juga bingung yang nyoret nya siapa. Kita mengusulkan 1.528 KK tahap kedua. Ya kita usulkan begitu terealisasi cuman 1.17,” ujarnya.

Selain itu ia menegaskan bahwa selain tidak terdata, sebagian penerima bantuan mendapatkan dua kali bantuan dan telah dicoret.

“Ada beberapa orang yang tumpang tindih, tapi sudah ketahuan kita coret,” katanya.

“Ada 395 yang murni belum mendapatkan dan sebagian besar karyawan perusahaan tambang. Sehingga mereka meminta usulan kembali,” tambahnya.

Kemudian itu, ia akan kembali mengusulkan bantuan tersebut kepada Pemprov Jabar untuk segara direalisasikan.

“Yang menyampaikan aspirasi ini kita yakinkan terdaptar dulu di data yang 1.528 itu. Ini lagi kita kroscek nanti kita akan bersurat,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================