
Menurut Jimmy Joseph, spesialis penyakit dalam dan Diabetologi di Aster Specialist Medical Centre, hidrasi juga dapat diperoleh dari makanan seperti semangka, mentimun, jeruk, beri, yogurt, dan sup.
Beberapa pilihan yang bisa ditambahkan ke menu berbuka atau sahur antara lain:
- Semangka
- Mentimun
- Jeruk
- Beri
- Yogurt
- Sup hangat
Makanan-makanan tersebut umumnya mengandung lebih dari 85 persen air, serta dilengkapi elektrolit dan serat yang membantu menjaga stamina.
- Pilih Karbohidrat Kompleks Saat Sahur
Hidrasi akan bekerja optimal bila didukung nutrisi seimbang. Untuk sahur, pilih makanan dengan karbohidrat kompleks yang melepaskan energi secara perlahan, seperti:
- Oatmeal
- Biji-bijian utuh
- Kacang-kacangan
Agar energi stabil sepanjang hari, kombinasikan dengan:
- Protein rendah lemak (telur, yogurt, polong-polongan)
- Lemak sehat (kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat)
Contoh menu sahur yang bisa dicoba:
- Oatmeal dengan biji chia dan pisang
- Roti gandum utuh dengan alpukat dan telur rebus
- Yogurt dengan beri
- Oatmeal dengan selai kacang alami
Menu seimbang membantu mencegah penurunan energi mendadak yang bisa memicu sakit kepala.
- Berbuka Secara Bertahap, Hindari Kekenyangan
Saat berbuka, hindari makan berlebihan dalam waktu singkat. Awali dengan yang sederhana seperti kurma dan air putih, bisa ditambah beberapa butir kacang. Setelah itu, lanjutkan dengan makanan utama yang mengandung:
- Protein
- Karbohidrat kompleks
- Sayuran
Makan secara bertahap membantu tubuh beradaptasi kembali setelah seharian berpuasa dan mengurangi risiko sakit kepala akibat lonjakan gula darah.
- Pastikan Tidur Cukup
Perubahan pola tidur selama Ramadan juga bisa menjadi pemicu sakit kepala. Bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut setelah tarawih sering membuat waktu istirahat berkurang.
Selain memastikan tidur malam yang cukup, sisihkan waktu untuk tidur siang singkat (power nap) selama 20–30 menit bila memungkinkan. Istirahat berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme, daya tahan tubuh, dan fokus.
Kurang tidur dapat meningkatkan kelelahan, membuat tubuh lebih sensitif terhadap stres, dan memperberat puasa.
Sakit kepala saat puasa bukan hal yang harus diterima begitu saja. Dengan strategi hidrasi yang tepat, pemilihan menu bergizi seimbang, serta pola tidur yang terjaga, risiko sakit kepala bisa diminimalkan. Puasa pun dapat dijalani dengan lebih nyaman, fokus, dan produktif hingga waktu berbuka tiba.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















