BOGORTODAY.COM – Campak adalah penyakit menular yang sangat mudah menyebar dan dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak.
Mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penanganan cepat dapat dilakukan sekaligus mencegah penularan ke orang lain.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Anggraini Alam, menjelaskan bahwa penyakit ini memiliki tiga stadium gejala khas: stadium prodromal, stadium erupsi, dan stadium konvalesens.
- Stadium Prodromal: Demam Tinggi dan Gejala 3C
Stadium awal campak dikenal sebagai fase prodromal. Pada tahap ini, penderita biasanya mengalami:
- Demam tinggi
- 3C:
- Coryza (pilek)
- Cough (batuk)
- Conjunctivitis (mata merah)
Fase ini berlangsung 3–5 hari. Dokter biasanya akan memeriksa munculnya Koplik’s spot, yaitu bintik putih kecil di area mulut, sebagai tanda awal sebelum ruam muncul di kulit.
“Mulai sakit-sakit, demamnya naik tinggi, ada 3C… Dokter akan memeriksa ada atau tidaknya Koplik’s spot sebelum munculnya ruam khas campak,” jelas Anggraini.
Koplik’s spot menjadi indikator penting membedakan campak dari penyakit ruam lainnya.
Setelah fase prodromal, penderita memasuki stadium erupsi. Fase ini ditandai dengan munculnya ruam kemerahan yang menyebar secara khas:
- Biasanya mulai dari area dekat garis rambut atau belakang telinga
- Menyebar ke wajah, batang tubuh, lengan, dan tungkai
“Sebagai first disease, ruamnya biasanya mulai dari kulit dekat rambut. Jadi kita sering periksa di belakang telinga, kemudian menyebar ke batang tubuh, barulah ke lengan dan tungkai,” tambah Anggraini.
Pola penyebaran ruam ini menjadi salah satu ciri khas campak yang membedakannya dari ruam akibat penyakit lain.
- Stadium Konvalesens: Ruam Menggelap dan Mengelupas
Tahap terakhir adalah fase konvalesens atau masa pemulihan. Pada fase ini:
- Ruam berubah menjadi lebih gelap
- Mengering dan tampak bersisik sebelum akhirnya menghilang
“Khas campak pada stadium konvalesens, ruamnya berubah makin mengumpul, menggelap, kemudian hilang dengan tampak bersisik,” ujar Anggraini.
Seorang penderita baru dianggap tidak menularkan setelah ruam benar-benar kering dan mengelupas.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















