Mengenal Tiga Stadium Gejala Campak untuk Pencegahan dan Penanganan Dini

Campak
Ilustrasi Campak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Campak adalah penyakit menular yang sangat mudah menyebar dan dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak.

Mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penanganan cepat dapat dilakukan sekaligus mencegah penularan ke orang lain.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Anggraini Alam, menjelaskan bahwa penyakit ini memiliki tiga stadium gejala khas: stadium prodromal, stadium erupsi, dan stadium konvalesens.

  1. Stadium Prodromal: Demam Tinggi dan Gejala 3C

Stadium awal campak dikenal sebagai fase prodromal. Pada tahap ini, penderita biasanya mengalami:

  • Demam tinggi
  • 3C:
    • Coryza (pilek)
    • Cough (batuk)
    • Conjunctivitis (mata merah)

Fase ini berlangsung 3–5 hari. Dokter biasanya akan memeriksa munculnya Koplik’s spot, yaitu bintik putih kecil di area mulut, sebagai tanda awal sebelum ruam muncul di kulit.

“Mulai sakit-sakit, demamnya naik tinggi, ada 3C… Dokter akan memeriksa ada atau tidaknya Koplik’s spot sebelum munculnya ruam khas campak,” jelas Anggraini.

Koplik’s spot menjadi indikator penting membedakan campak dari penyakit ruam lainnya.

  1. Stadium Erupsi: Ruam Menyebar Bertahap

Setelah fase prodromal, penderita memasuki stadium erupsi. Fase ini ditandai dengan munculnya ruam kemerahan yang menyebar secara khas:

  • Biasanya mulai dari area dekat garis rambut atau belakang telinga
  • Menyebar ke wajah, batang tubuh, lengan, dan tungkai
BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

“Sebagai first disease, ruamnya biasanya mulai dari kulit dekat rambut. Jadi kita sering periksa di belakang telinga, kemudian menyebar ke batang tubuh, barulah ke lengan dan tungkai,” tambah Anggraini.

Pola penyebaran ruam ini menjadi salah satu ciri khas campak yang membedakannya dari ruam akibat penyakit lain.

  1. Stadium Konvalesens: Ruam Menggelap dan Mengelupas

Tahap terakhir adalah fase konvalesens atau masa pemulihan. Pada fase ini:

  • Ruam berubah menjadi lebih gelap
  • Mengering dan tampak bersisik sebelum akhirnya menghilang

“Khas campak pada stadium konvalesens, ruamnya berubah makin mengumpul, menggelap, kemudian hilang dengan tampak bersisik,” ujar Anggraini.

Seorang penderita baru dianggap tidak menularkan setelah ruam benar-benar kering dan mengelupas.

Penularan Sangat Mudah

Campak termasuk penyakit sangat menular, dengan virus yang menyebar melalui udara (airborne), bukan hanya kontak langsung. Virus bisa berpindah lewat:

  • Percikan batuk atau bersin
  • Berbicara di dekat orang lain
  • Menempel pada permukaan benda atau debu di sekitar
BACA JUGA :  Rutin Konsumsi Semangka Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya

Lingkungan padat penduduk, lembap, dan minim ventilasi meningkatkan risiko penyebaran. Masa inkubasi campak bisa hingga tiga minggu, di mana penderita belum menunjukkan gejala namun sudah menularkan virus.

Pentingnya Imunisasi untuk Herd Immunity

Untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB), dibutuhkan kekebalan kelompok (herd immunity) minimal 94 persen. Jika cakupan imunisasi di bawah ambang tersebut, risiko wabah meningkat.

Pemerintah memberikan imunisasi campak tiga kali:

  1. Saat anak berusia 9 bulan
  2. Saat anak berusia 18 bulan
  3. Ketika duduk di kelas 1 SD

Vaksin campak adalah vaksin hidup yang dilemahkan, sehingga memerlukan dosis dan waktu pemberian tepat agar antibodi terbentuk optimal.

“Upayakan setiap balita imunisasinya lengkap sebelum masuk PAUD. Kalau terlewat, segera kejar. Satu kasus campak saja bisa menularkan ke banyak orang,” jelas Anggraini.

Dengan mengenali tiga stadium gejala campak sejak dini dan memastikan imunisasi lengkap, risiko penularan campak dapat ditekan, serta potensi wabah di masyarakat bisa diminimalkan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================