
Dikutip dari Verywell Health, berikut beberapa tanda tubuh mengalami kelebihan vitamin D:
- Kadar Vitamin D dalam Darah Terlalu Tinggi
Cara paling akurat untuk mengetahui kadar vitamin D adalah melalui tes darah.
- Kadar normal: 30–60 nanogram per mililiter (ng/ml)
- Di atas 100 ng/ml: sudah tergolong terlalu tinggi
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan angka di atas batas normal, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
- Kadar Kalsium Terlalu Tinggi (Hiperkalsemia)
Salah satu fungsi vitamin D adalah membantu penyerapan kalsium di usus. Jika vitamin D berlebihan, kadar kalsium pun ikut meningkat.
- Kadar kalsium normal: 8,4–10,2 mg/dl
- Di atas batas tersebut dapat menyebabkan hiperkalsemia dan hiperkalsiuria (kelebihan kalsium dalam urine)
Gejala hiperkalsemia meliputi:
- Lemah otot
- Nyeri
- Dehidrasi
- Sering buang air kecil
- Gangguan neuropsikiatri
- Gangguan Saluran Pencernaan
Kelebihan vitamin D yang memicu hiperkalsemia juga bisa berdampak pada sistem pencernaan. Gejalanya antara lain:
- Mual
- Muntah
- Kehilangan nafsu makan
- Sembelit
Keluhan ini sering kali menjadi tanda awal sebelum komplikasi yang lebih serius muncul.
- Perubahan Kondisi Mental
Tak hanya gejala fisik, kelebihan vitamin D juga dapat memengaruhi kondisi mental.
Beberapa gejala yang mungkin muncul:
- Kebingungan
- Apatis
- Depresi
- Mudah marah
Dalam kondisi ekstrem, seseorang bisa mengalami linglung, halusinasi, bahkan psikosis.
- Komplikasi Ginjal
Hiperkalsemia akibat kelebihan vitamin D dapat memicu gangguan ginjal, seperti:
- Penurunan fungsi ginjal
- Cedera ginjal akut
- Gagal ginjal
- Batu ginjal
Orang yang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal sebaiknya sangat berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen vitamin D dan selalu berkonsultasi dengan dokter.
Paparan Matahari Aman, Suplemen yang Perlu Diwaspadai
Paparan sinar matahari tidak akan menyebabkan kadar vitamin D melonjak secara berlebihan, karena tubuh memiliki mekanisme pengaturan alami. Justru konsumsi suplemen dalam dosis tinggi tanpa pengawasan medis yang menjadi penyebab utama keracunan vitamin D.
Karena itu, sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D secara rutin, sebaiknya lakukan pemeriksaan kadar vitamin D dalam darah dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Menjaga keseimbangan asupan adalah kunci. Vitamin D memang penting, tetapi dalam jumlah yang tepat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















