
Dalam perspektif sosial-komunikasi, Lailatul Qadar mengajarkan pentingnya kesadaran kolektif. Disamping itu juga mengingatkan bahwa manusia tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk membangun harmoni sosial.
Ibadah yang kita lakukan pada malam itu sejatinya diharapkan melahirkan perubahan sikap antara lain lebih peduli kepada sesama, lebih jujur dalam kehidupan, dan lebih bijak dalam berinteraksi di tengah masyarakat.
Seringkali kita begitu bersemangat mencari tanda-tanda Lailatul Qadar di langit atau dalam fenomena alam. Padahal, tanda paling nyata dari keberhasilan menggapai malam itu justru terlihat dalam perubahan diri. Hati menjadi lebih lembut, ucapan lebih terjaga, dan tindakan lebih membawa manfaat bagi orang lain.
Lailatul Qadar pada akhirnya bukan hanya malam yang dicari, tetapi juga nilai yang harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah panggilan untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan sosial, dan menyalakan cahaya kebaikan di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, menggapai Lailatul Qadar bukan hanya soal menemukan satu malam istimewa dalam kalender Ramadhan. Lebih jauh lebih penting adalah bagaimana cahaya malam itu mampu menerangi kehidupan kita setelah Ramadhan berlalu.
Bila cahaya itu tetap menyala dalam perilaku kita dalam kejujuran, kepedulian, dan Kebajikan, maka sejatinya kita telah benar-benar menggapai Lailatul Qadar.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















