
Profesor gizi kesehatan masyarakat dari Obafemi Awolowo University, Beatrice Ogunba, menjelaskan bahwa makan berlebihan saat berbuka merupakan kesalahan yang cukup umum dilakukan saat menjalani puasa.
Menurutnya, mengonsumsi makanan secara berlebihan untuk mengganti semua makanan yang terlewat selama puasa dapat menyebabkan asupan kalori yang terlalu tinggi. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini berpotensi memicu kenaikan berat badan.
Ia menekankan bahwa tubuh sebenarnya tidak membutuhkan makanan dalam jumlah besar sekaligus setelah berpuasa. Yang lebih penting adalah memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang seimbang agar energi dapat pulih secara optimal.
Pilih makanan yang tepat
Selain mengatur porsi makan, jenis makanan yang dikonsumsi saat berbuka juga berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Makanan dengan kandungan gula tinggi dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang tajam.
Di sisi lain, makanan yang terlalu asam atau pedas sebaiknya tidak langsung dikonsumsi ketika perut masih kosong. Jenis makanan tersebut berpotensi mengiritasi lambung dan menimbulkan keluhan seperti nyeri ulu hati atau refluks asam lambung.
Asupan cairan juga tidak kalah penting selama menjalani puasa. Kurangnya konsumsi air sejak waktu berbuka hingga sahur dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Para ahli menyarankan agar proses berbuka dilakukan secara bertahap. Awali dengan makanan ringan yang mudah dicerna, seperti buah atau makanan berkuah. Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan makanan utama dalam porsi yang cukup dan seimbang.
Dengan pola makan yang lebih terkontrol, manfaat puasa bagi kesehatan dapat dirasakan secara maksimal tanpa harus menghadapi risiko gangguan kesehatan akibat kebiasaan makan berlebihan saat berbuka.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















