
Para peneliti menyebut kedua spesies tersebut sebagai “Lazarus taxa”, yaitu istilah bagi organisme yang dianggap telah punah dalam catatan fosil tetapi kemudian ditemukan kembali hidup di alam.
Penemuan kembali hewan ini tidak lepas dari peran masyarakat adat setempat. Tim peneliti bekerja sama dengan para tetua dari suku Tambrauw dan Maybrat yang membantu melacak keberadaan spesies tersebut di hutan.
Beberapa kelompok masyarakat lokal bahkan menganggap glider ekor cincin sebagai makhluk suci yang harus dilindungi. Kepercayaan ini diduga turut membantu menjaga keberlangsungan spesies tersebut hingga saat ini.
Meski demikian, kedua hewan tersebut tetap menghadapi ancaman serius, terutama dari aktivitas penebangan hutan. Glider ekor cincin misalnya, hanya melahirkan satu anak setiap tahun dan biasanya bersarang di lubang pohon, sehingga sangat rentan terhadap kerusakan habitat.
Sementara itu, possum jari panjang kerdil diduga memiliki kemampuan pendengaran khusus untuk mendeteksi suara larva serangga di dalam kayu. Dengan jari panjangnya, hewan ini menggali kayu busuk untuk mencari makanan.
Banyak aspek dari kehidupan kedua spesies ini yang masih belum diketahui, termasuk wilayah sebaran dan kebutuhan ekologinya. Untuk melindungi mereka dari perburuan ilegal, lokasi penemuan spesifiknya sengaja dirahasiakan.
Hasil penelitian tentang penemuan kembali dua marsupial tersebut dipublikasikan pada 6 Maret dalam jurnal ilmiah Records of the Australian Museum. Para peneliti menilai temuan ini menegaskan pentingnya menjaga kawasan hutan di Papua yang menyimpan keanekaragaman hayati unik dan belum sepenuhnya terungkap.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















