
Ketika ditanya mengenai rencana pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz, Presiden Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan segera mulai melakukan pengamanan jalur pelayaran tersebut.
Persetujuan Pentagon dan Penguatan Pertahanan
Laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa permintaan penambahan pasukan diajukan oleh United States Central Command, komando militer AS yang bertanggung jawab atas wilayah Timur Tengah. Permintaan tersebut kemudian disetujui oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Selain mengirim pasukan, Amerika Serikat juga dilaporkan memindahkan sebagian sistem pertahanan rudalnya dari Korea Selatan ke kawasan Timur Tengah. Informasi tersebut dikutip oleh The Washington Post serta sejumlah media Korea Selatan.
Iran Bersumpah Terus Melawan
Di pihak lain, pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pidato publik pertamanya sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, ia menegaskan bahwa Teheran akan tetap memblokir Selat Hormuz.
Mojtaba juga berjanji akan membalas kematian warga Iran yang tewas dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia sekaligus memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak menyediakan wilayahnya sebagai pangkalan militer bagi AS.
Ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut menimbulkan kekhawatiran global, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Jika konflik terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasokan energi global.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















