
BOGORTODAY.COM – Bulan suci Ramadan tahun 2026 di Yerusalem diwarnai dengan suasana pilu namun penuh ketegaran. Untuk pertama kalinya dalam periode yang panjang, kompleks Masjid Al-Aqsa—situs tersuci ketiga bagi umat Islam—dinyatakan tertutup total bagi jemaah selama 17 hari berturut-turut.
Penutupan yang dimulai sejak akhir Februari ini dilakukan oleh otoritas Israel dengan dalih stabilitas keamanan menyusul pecahnya konflik regional.
Namun, blokade fisik ini terbukti gagal memadamkan api spiritualitas warga Palestina. Di tengah penjagaan ketat pasukan keamanan, gema doa tetap membumbung tinggi dari jalanan-jalanan berbatu di Kota Tua.
Ibadah di Atas Trotoar dan Gerbang Kota
Absennya akses ke dalam kompleks seluas 14 hektare tersebut memaksa warga untuk beradaptasi.
Laporan dari berbagai sumber seperti Al Jazeera dan Middle East Eye menggambarkan pemandangan yang menyentuh hati:
- Salat di Luar Tembok: Ribuan warga menggelar sajadah mereka di trotoar, gang-gang sempit, hingga area Gerbang Damaskus (Bab Al-Amud).
- Mengejar Lailatul Qadar: Pada malam ke-27 Ramadan yang sangat sakral, jemaah tetap memadati titik-titik terdekat dengan masjid yang masih bisa diakses demi menghidupkan malam mulia di bawah todongan pengawasan militer.
- Jumat Terakhir: Pada 13 Maret 2026, salat Jumat digelar secara massal di jalanan sekitar Bab Al-Sahira dan Masjid Muhammad Al-Fatih sebagai bentuk protes damai sekaligus pemenuhan kewajiban agama.
Kecaman Internasional dan Kekhawatiran Status Quo
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














