
Tindakan penutupan ini memicu gelombang protes dari dunia internasional. Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Liga Arab, dan Uni Afrika mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras kebijakan tersebut.
Dunia Islam menegaskan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, tidak memiliki otoritas hukum untuk mengubah status quo di Al-Haram Al-Sharif.
Mereka memperingatkan bahwa langkah ini bukan sekadar urusan keamanan sementara, melainkan upaya sistematis untuk mengubah identitas historis dan hukum kompleks tersebut. Dewan Keamanan PBB pun didesak untuk segera turun tangan guna memastikan kebebasan beribadah tetap terjamin.
Mengapa Al-Aqsa Begitu Berarti?
Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsa bukan sekadar bangunan bersejarah. Nilai spiritualnya sangat mendalam karena:
- Kiblat Pertama: Sebelum beralih ke Ka’bah di Makkah, umat Islam berkiblat ke arah Al-Aqsa.
- Saksi Isra Miraj: Tempat ini adalah titik keberangkatan Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan menuju langit ketujuh (Sidratul Muntaha).
- Kesatuan Kompleks: Di area ini juga berdiri Dome of the Rock (Kubah Shakhrah) yang ikonik, menjadikannya simbol kedaulatan spiritual dan identitas bangsa Palestina.
Meskipun gerbang fisik terkunci rapat, Ramadan 2026 menjadi bukti bahwa bagi warga Palestina, masjid bukan hanya tentang bangunan, melainkan tentang keyakinan yang tidak bisa dibatasi oleh jeruji besi maupun barikade militer.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















