BOGORTODAY.COM – Momen Idulfitri atau Lebaran di Indonesia selalu lekat dengan tradisi saling memaafkan. Di balik anjuran religius untuk melepaskan dendam dan rasa sakit hati, ternyata tersimpan manfaat luar biasa yang kini telah divalidasi oleh berbagai riset ilmiah.
Meski sering kali terasa berat, memberikan pengampunan terbukti menjadi kunci bagi kesehatan mental dan keberlanjutan hidup seseorang.
Memaafkan: Apakah Membuka Luka Lama?
Banyak orang ragu untuk memaafkan karena takut proses tersebut justru membangkitkan kembali emosi negatif atau trauma masa lalu.
Namun, penelitian terbaru dalam Journal of Experimental Psychology: General (2025) oleh Gabriele Fernandez-Miranda dan tim, memberikan sudut pandang berbeda.
Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis bagaimana pengampunan memengaruhi ingatan seseorang, baik dari sisi korban maupun pelaku.
Melansir Psychology Today, riset ini melibatkan peserta yang diminta mengingat peristiwa sepuluh tahun silam. Temuan menariknya meliputi:
- Kejelasan Ingatan: Korban cenderung memiliki ingatan yang lebih detail dan tajam mengenai peristiwa menyakitkan dibandingkan pelaku yang melakukannya.
- Respon Emosional: Meskipun ingatan tentang kejadian tersebut tetap ada, kelompok yang telah memberikan maaf merasa emosi mereka tidak seburuk kelompok yang masih menyimpan dendam saat harus mengingat kembali peristiwa tersebut.
Memudarkan Intensitas Luka Batin
Salah satu dampak paling signifikan dari memaafkan adalah berkurangnya intensitas emosi negatif. Pengampunan bertindak sebagai filter yang membuat rasa sakit dari masa lalu perlahan memudar.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















